Beranda Berita

Akui Punya Usaha Distributor Gas LPG 3 Kg, Bupati Lotim: Nggak Pernah Saya Urus

Foto: Bupati Lotim, H. Haerul Warisin.

Lombok Timur, barbareto.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin mengakui jika dirinya mempunyai usaha yang bergerak dibidang distributor gas LPG 3 Kg.

Kendati demikian, Bupati yang karib disapa Haji Iron itu menegaskan tidak pernah mengurus usahanya tersebut semenjak menjadi Bupati di Kabupaten Lombok Timur.

“Begitu jadi bupati sekarang, apalagi pak. Dia mau bangkrut perusahaannya ya bangkrut, saya tidak tahu. Karena nggak pernah saya urus,” tegas Bupati. (14/4/2026)

Ia juga meminta kepada masyarakat supaya memahami jika usahanya tersebut merupakan urusannya secara pribadi yang sudah ada semenjak sebelum Ia menjabat sebagai Bupati.

“Sejak saya sebelum menjadi bupati saya usaha itu, bukan sekarang,” lanjutnya.

Bupati menyampaikan, sejak menjadi pejabat publik dari Wakil Bupati Lotim pada periode 2013-2018, kemudian dilanjutkan menjadi Anggota DPRD Provinsi NTB, dan hingga saat ini menjadi Bupati Lotim dirinya tidak pernah mengurus lagi usahanya tersebut.

“Karena badan saya untuk rakyat,” ketusnya.

Oleh sebab itulah, Bupati juga tidak keberatan jika beberapa orang mengaitkan usahanya tersebut dengan kelangkaan gas LPG 3 Kg yang saat ini sedang melanda warga Lotim.

“Jadi janganlah kait-kaitkan antara pribadi dengan kepentingan dinas maksud saya, dan saya tidak keberatan masalah ini. Wajar orang mau ngomong apa saja dan itu boleh. Tapi apa yang menjadi regulasi, itu yang akan kita selesaikan,” paparnya. (gok)

Akui Punya Usaha Distributor Gas LPG 3 Kg, Bupati Lotim: Nggak Pernah Saya Urus

Lombok Timur, barbaretodotcom – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin mengakui jika dirinya mempunyai usaha yang bergerak dibidang distributor gas LPG 3 Kg.

Kendati demikian, Bupati yang karib disapa Haji Iron itu menegaskan tidak pernah mengurus usahanya tersebut semenjak menjadi Bupati di Kabupaten Lombok Timur.

“Begitu jadi bupati sekarang, apalagi pak. Dia mau bangkrut perusahaannya ya bangkrut, saya tidak tahu. Karena nggak pernah saya urus,” tegas Bupati. (14/4/2026)

Ia juga meminta kepada masyarakat supaya memahami jika usahanya tersebut merupakan urusannya secara pribadi yang sudah ada semenjak sebelum Ia menjabat sebagai Bupati.

“Sejak saya sebelum menjadi bupati saya usaha itu, bukan sekarang,” lanjutnya.

Bupati menyampaikan, sejak menjadi pejabat publik dari Wakil Bupati Lotim pada periode 2013-2018, kemudian dilanjutkan menjadi Anggota DPRD Provinsi NTB, dan hingga saat ini menjadi Bupati Lotim dirinya tidak pernah mengurus lagi usahanya tersebut.

“Karena badan saya untuk rakyat,” ketusnya.

Oleh sebab itulah, Bupati juga tidak keberatan jika beberapa orang mengaitkan usahanya tersebut dengan kelangkaan gas LPG 3 Kg yang saat ini sedang melanda warga Lotim.

“Jadi janganlah kait-kaitkan antara pribadi dengan kepentingan dinas maksud saya, dan saya tidak keberatan masalah ini. Wajar orang mau ngomong apa saja dan itu boleh. Tapi apa yang menjadi regulasi, itu yang akan kita selesaikan,” paparnya. (gok)

TIDAK ADA KOMENTAR

Exit mobile version