Lombok Timur, barbareto.com – Aneh tapi nyata, salah seorang warga inisial S (45) berasal dari Dusun Lingsar, Desa Lenek Ramban Biak, Kecamatan Lenek, Lombok Timur diduga membawa lari perempuan ST (42) yang masih berstatus istri orang, bahkan sampai menikahinya secara diam-diam.
Suami sah dari ST, MJ (49) menceritakan kronologi awalnya Ia dan Istri memang sedang terlibat masalah rumah tangga dalam kurun waktu yang cukup lama.
“Saya dan istri memang ada masalah, dan dalam beberapa tahun terakhir dia di rumah orang tua angkatnya di selong. Tapi hubungan saya dan istri masih baik-baik saja, karena ada anak-anak juga sebagai peredam ego kami berdua,” jelas pria yang berasal dari Jerowaru itu. (9/4/2026)
Lebih lanjut, setelah lebaran kemarin Ia mendapat kabar secara tiba-tiba oleh orang tua angkat dari istrinya, bahwa sang istri telah meninggal dunia.
“Kami dan anak-anak juga kaget bukan main, sedih juga. Dan pada saat itu langsung diumumkan di masjid bahwa istri saya telah meninggal dunia di selong. Pada saat itu juga saya dan anak-anak langsung ke selong untuk melihat kondisi terakhir istri saya sebelum di makamkan,” jelasnya.
Sesampainya di Selong, Ia dan kedua anaknya diberitahu jika jenazah istrinya ST tidak di makamkan di selong, melainkan dikebumikan di salah satu pekuburan umum yang berada di Kecamatan Lenek, Lombok Timur.
“Setelah sampai selong, saya dan anak-anak diberitahu jika istri saya dimakamkan di Lenek kata orang tua angkatnya itu, bukan di selong. Dari sana kami mulai curiga, kenapa kok istri saya di makamkan di lenek padahal dari kemarin tinggal di selong,” paparnya.
Dengan rasa penasaran, Dia bersama dengan kedua anaknya mencari lokasi pemakaman sang Istri dan akhirnya menemukan titik lokasinya tepat berada di Dusun Lingsar, Desa Lenek Ramban Biak.
“Setelah sampai lenek, kami datang sebagai keluarga, bahkan saya datang sebagai suami sahnya. Ada warga kami juga yang layatan sebanyak dua mobil, tapi alangkah terkejutnya ternyata berdasarkan cerita warga disana, istri saya meninggal dunia di rumah orang yang diduga sebagai suaminya di lenek. Padahal jelas-jelas saya sebagai suami sahnya, makanya saya marah sekali mengetahui hal tersebut,” ceritanya.
Namun apalah daya, kata MJ, istrinya sudah meninggal dan walaupun menyisakan luka yang dalam namun Ia mengikhlaskan kepergian sang istri dan menurutnya ST merupakan Istri yang baik selama hayatnya.
“Saya sudah ikhlas dan almarhumah orang baik, tapi yang saya sesalkan kok bisa-bisanya ada orang yang menikahi almarhumah istri saya secara diam-diam. Padahal dalam hukum apapun, itu jelas-jelas perbuatan yang fatal dan salah jika dipandang dari kacamata manapun. Bayangkan saja, perempuan yang nyata-nyata masih sah sebagai istri orang, kok malah dinikahi diam-diam, ini perbuatan macam apa?,” ulasnya dengan nada berkaca-kaca.
Adapun untuk selanjutnya, Ia meminta pertanggungjawaban dari orang yang telah menikahi almarhumah istrinya secara diam-diam tersebut yang berdasarkan informasinya bernama inisial S.
“Saya meminta pertanggungjawaban dari semua orang yang terlibat ketika ada orang secara diam-diam menikahi almarhumah istri saya. Bahkan kalaupun saya tahu, mana ada suami yang merelakan istrinya menikah lagi padahal statusnya masih sah dengan saya,” kesalnya.
Maka dari itu, Ia tidak sudi dan meminta pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat dalam persekongkolan tersebut. Bahkan, Ia meminta dari pihak Pemdes Lenek Ramban Biak bertanggungjawab karena Ia menduga Pemdes Lenek terkesan membiarkan perbuatan yang tidak wajar seperti ini berkembang di tengah masyarakat.
“Kami juga meminta tanggungjawab pihak desa maupun kadus setempat, masak membiarkan hal seperti ini terjadi. Aneh sekali jika sampai kadusnya juga nggak tahu hal ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Lingsar, Desa Lenek Ramban Biak belum mau dikonfirmasi terkait hal tersebut karena masih dalam kondisi kurang sehat.
“Besok saja ya, saya masih dalam kondisi kurang sehat ini,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui seluler. (gok)
