Beranda NTB Lombok Timur

Lansia di Desa Gelora Antusias Disuntik Vaksin

0

Lombok Timur-NTB. BARBARETO – Vaksinasi bagi masyarakat Lanjut Usia (Lansia) di Kabupaten Lombok Timur sudah dimulai semenjak dua hari yang lalu. Proses vaksin tahap pertama, dipusatkan di masing-masing wilayah kerja Puskesmas diseluruh di Lotim.

Ada pemandangan yang menarik ketika para Lansia divaksin, banyak yang menduga kalau Lansia enggan untuk menerima vaksin. Akan tetapi, nyatanya animo Lansia sangat tinggi untuk mendapatkan suntikan vaksin guna mencegah penyebaran Covid-19.

Salah satunya terdapat di Desa Gelora, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Suntik vaksin bagi Lansia di Desa tersebut, mendapatkan respon yang baik dari masyarakat.

Hal itu dibuktikan dengan sasaran vaksinasi yang melebihi dari target. Awalnya Desa Gelora hanya menyasar 50 orang Lansia untuk divaksin. Itupun, presentase targetnya hanya 70% sampai dengan 80%.

Namun, berkat antusias masyarakat Lansia yang tinggi untuk menerima suntik vaksin, ternyata yang tergistrasi mencapai 76 orang Lansia.

“Yang datang hari ini ada 76 orang, padahal target kami sebelumnya hanya 50 orang. Itu artinya masyarakat Lansia kami disini sangat antusias mendapatkan vaksinasi tahap pertama,” jelas Nurasmat, Kepala Desa Gelora. (28/4/21)

Berdasarkan hasil pengamatannya, terdapat sembilan orang Lansia yang tidak lulus tahap skrining. Dengan begitu, total ada 67 Lansia yang telah mendapatkan vaksinasi di Desa Gelora.

Terpisah, Camat Sikur Lalu Putra sangat mengapresiasi masyarakat Lansia di Kecamatan Sikur karena sudah bisa memahami tujuan dari vaksinasi tersebut.

“Alhamdulillah, memang dari dulu kami sosialisasikan vaksin bagi Lansia ini. Ternyata sangat bagus responnya di tengah masyarakat kita,” ucapnya.

Dia menerangkan, pada dasarnya tujuan vaksinasi bagi Lansia itu ialah untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Sebab, Lansia menjadi kelompok rentan yang bisa terkena Covid-19.

“Mudah-mudahan dengan vaksinasi ini menjadikan imun Lansia kita lebih bagus, supaya tidak gampang terkena Covid-19,” ujarnya. (gok)

Exit mobile version