Pembangunan Lebih Banyak di Pulau Sumbawa, Gubernur Iqbal Klaim Terapkan Gaya Pemimpin Orang Sasak

Foto: Istimewa

Mataram, barbareto.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa, dirinya menerapkan gaya kepemimpinan orang sasak yang tidak mementingkan diri sendiri melainkan memberi ruang juga kepada yang lain.

“Dalam tindakan, saya sebagai orang sasak ingin menjadi bapak, orang tua, dan rumah bagi semua orang. Orang bali, orang dompu, orang bima dan sumbawa,” ucap Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu saat bersilaturahmi ke Majelis Adat Sasak (MAS). (24/3/2026)

Gubernur menyampaikan filosofi, jika orang Sasak itu mengayomi semua tanpa pandang bulu ketika menjadi orang besar maka perilaku juga sepatutnya melambangkan orang yang besar.

Dalam hal ini Gubernur yang juga sebagai orang Sasak ingin masyarakat NTB merasa nyaman ketika dipimpin oleh orang Sasak. Maka dalam hal kebijakan, pada tahun pertama kepemimpinannya lebih banyak terlihat melakukan pembangunan di Pulau Sumbawa.

Hal tersebut Ia lakukan untuk menyampaikan pesan, bahwa orang Sasak memimpin dengan tidak meminggirkan kepentingan orang lain. Orang Sasak juga sejatinya memiliki kemampuan menahan diri, mempunyai kebijaksanaan sedalam Samudera dan setinggi Gunung Rinjani.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Iqbal memaparkan beberapa pencapaiannya dalam hal infrastruktur jalan yang membuka daerah terisolasi seperti Batu Rotok, Batu Dulang, dan Lenangguar serta konektifitas wilayah utara melalui Samota sampai daerah termiskin seperti Dompu.

Pada sektor kesehatan, sambung Gubernur, Pemprov NTB menaikkan tipe Rumah Sakit Manambai dan RSUD Bima menjadi tipe B.

Dalam hal mengentaskan kemiskinan, Ia melanjutkan, Pemprov melalui program strategis Desa Berdaya akan menuntaskan 106 Desa se NTB dengan melakukan pendataan ulang dan strategi pemberdayaan dengan orkestrasi kolaborasi yang masif, dengan menggelontorkan dana stimulan Rp500 Juta per Desa di luar dana lain daro pusat dan lembaga internasional.

Kemudian pada sektor ketahanan pangan, Gubernur menyebut, akan diperkuat dengan 900 program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menggerakkan suplai pangan konsumsi dalam daerah. Sementara pada sektor pariwisata, Pemprov telah mewujudkan konektifitas penerbangan tambahan dan antar destinasi wisata serta pembenahannya. (gok)

TIDAK ADA KOMENTAR

Exit mobile version