Satu TK Satu Desa Negeri Menarik Perhatian Kepala BPMP Bali

0

BARBARETO.com | Program Inovasi Satu Desa Satu TK Negeri dinilai mampu meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) anak-anak untuk mengikuti Pendidikan Anak Usia dini (PAUD)/TK.

Hal tersebut terlihat ketika Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menerima audiensi dari Kepala Balai Penjaminan Mutu Provinsi Bali I Made Alit Dwitama di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (8/8).

Bupati Suwirta mengatakan bahwa Program Satu Desa Satu TK Negeri ini sudah sejak tahun 2018 lalu dicanangkan dan Kabupaten Klungkung merupakan satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang mempunyai inovasi ini.

Adapun yang menjadi tujuan dari program ini yaitu untuk membuat kualitas sekolah dan Sumber Daya Manusia (SDM) lebih baik.

“Kami di Pemkab Klungkung memang sangat serius membangun pendidikan. Upaya ini dilakukan agar nantinya bisa melahirkan anak-anak yang cerdas dan berkualitas,” ujar Bupati Suwirta.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Paud, 4 TK di Kecamatan Dawan Dinegerikan

Bupati Suwirta juga menambahkan program Satu Desa Satu TK Negeri ini juga tidak berhenti sebatas penegerian TK saja.

Rencananya untuk kedepan akan berlanjut dengan dilengkapi satu unit mobil shuttle yang nantinya akan menjemput dan mengantar siswa ke sekolah.

Selain dilengkapi mobil angkut, program ini juga dapat meringankan beban orangtua siswa sehingga tidak perlu lagi harus mengantar anak-anak ke sekolah.

“Jika tidak pandemi, beberapa TK sudah ada yang kita bantu mobil lengkap dengan sarana edukasi didalamnya, hal ini sejalan dengan program menteri pendidikan dengan semboyan Merdeka Belajar,” imbuhnya.

Baca juga: Serangkaian HUT Denpasar Ke-234, IGTKI PGRI dan PKG PAUD Laksanakan Penyemprotan Eco Enzyme di TK Negeri Pembina Denpasar

Kepala Balai Penjaminan Mutu Provinsi Bali, I Made Alit Dwitama sangat mengapresiasi dan menyambut baik program inovasi Satu Desa Satu TK Negeri yang dicanangkan oleh Bapak Bupati Klungkung.

Program ini dinilai sangat mampu meningkatkan minat anak-anak usia dini untuk mengikuti Pendidikan Anak Usia dini (PAUD)/TK.

Selain itu, juga bisa dijadikan contoh Kabupaten/Kota yang lainnya untuk meningkatkan pendidikan anak usia dini.

“Saya sangat tertarik program ini sangat bagus, mudah-mudahan kedepan terus berjalan lancar dan tentunya bisa dijadikan contoh untuk Kabupaten/Kota lainnya,” harapnya. (tra)

Exit mobile version