Beranda NTB Lombok Barat

Warga Dusun Tatar Daye Keluhkan Bau Menyengat Yang Ditimbulkan Kandang Ayam

0

barbareto.com | Lombok Barat – Masyarakat Tatar Daye Desa Pakuan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, mengeluhkan akan adanya kandang ayam petelur yang ada di wilayahnya.

Kandang ayam tersebut sudah bediri sejak 2014 sampai dengan sekarang dan berlokasikan di dekat perkampungan warga. Menurut warga, dampak yang ditimbulkan dari kandang berupa bau yang sangat menyengat, ditambah munculnya banyak lalat di rumah warga yang disinyalir berasal dari kandang ayam.

Kapasitas kandang menurut penjelasan warga kurang lebih 25.000 ekor di 1 titik lokasi kandang, dan lokasi kandang berada 2 titik pada wilayah tersebut.

“Kandang ayam petelur tersebut di bawah naungan CV. Lotus,” jelas warga.

“Terkait ijin pendirian kandang tersebut, masyarakat hanya di minta tanda tangan waktu pendirian kandang, setelah kandang berdiri dampak tersebut tidak pernah di pertimbangkan oleh pemilik kandang kepada masyarakat,” jelas warga.

Hal tersebut di sampaikan oleh salah satu warga Dusun Tatar Daye Desa Pakuan kepada awak media pada hari Minggu (01/08/2021).

“Kami sudah tidak merasa nyaman dengan adanya kandang ini,” ujarnya.

Kepala Desa Pakuan, Mardan Haris yang di hubungi melalui pesan singkat/WA tidak bisa di hubungi.

Sementara Kepala Dusun Tatar Daye menjelaskan bahwa memang benar masyarakat mengeluhkan adanya kandang tersebut, bahkan sempat melakukan protes kepada pemilik kandang, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut dari pihak pengelola atau pemilik kandang.

“Apabila hal-hal yang menjadi keluhan warga tersebut tidak di indahkan oleh pemilik kandang, maka saya selaku Kepala Dusun tidak bertanggung jawab atas hal-hal yang tidak di inginkan,” jelasnya.

Pemilik kandang, Ari, saat dimintai konfirmasi terkait keluhan warga masyarakat melalui sambungan telepon tidak memberikan komentar, melainkan mempertanyakan tentang siapa yang mengadu terkait dengan keberadaan kandangnya.

“Siapa yang mengadukan hal tersebut, saya akan telepon Kepala Desa,” jelasnya.

Warga menjelaskan sudah beberapa kali meminta kepada pihak pengelola kandang untuk memperhatikan dampak dari adanya kandang namun hanya di jawab iya tanpa ada realisasinya.

“Pemilik kandang hanya memperhatikan diri sendiri dan keuntungan saja tanpa pernah memikirkan dampak dari adanya kandang tersebut,” tutup warga.

Exit mobile version