19.4 C
Lombok
NTBLombok TimurPC PMII Lotim Resmi Dilantik, Ketum PB: Tetap Kritis dan Inovatif

PC PMII Lotim Resmi Dilantik, Ketum PB: Tetap Kritis dan Inovatif

Published:

barbareto.com | Lombok Timur – Pengurus baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur (Lotim) masa khidmat 2021/2022 pada kamis malam 2 September 2021 resmi dikukuhkan, bertempat di pendopo II Wakil Bupati Lotim. Tema yang diangkat pada pelantikan kali ini, yakni menguatkan kaderisasi, menyongsong revolusi industri 4.0.

Prosesi pelantikan langsung dipimpin oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) PMII Muhammad Abdullah Syukri, yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi, jajaran pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lotim, beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP), Ikatan Alumni PMII Lotim, dan kader-kader PMII Lotim baik dari rayon maupun komisariat se Lotim.

Ketum PB PMII, Muhammad Abdullah Syukri dalam sambutannya berpesan, agar pengurus cabang PMII Lotim yang telah dilantik tetap konsisten menjaga paradigma kritis dengan balutan kreatifitas dan inovasi. Karena dengan modal itulah, kader PMII ke depannya mampu menjadi tonggak perubahan bagi daerah, bahkan bagi bangsa dan negara.

Pria yang karib disapa Gus Abe itu juga menyampaikan, apapun jurusan yang diambil oleh kader-kader PMII saat ini, harus mampu memberikan manfaat bagi pembangunan daerah secara khususnya, dan secara umumnya bagi pembangunan Indonesia.

“Seperti kata Pak Presiden Jokowi, tidak bicara seberapa besar kita, namun seberapa cepat kita. Karena saat ini ada komunitas yang kecil, hanya saja mereka melesat secara cepat. Saya khawatir juga dengan pemuda yang menjadi beban negara, karena tidak bermanfaat,” kata Gus Abe. (3/9/21)

Ia mengingatkan Pengurus Cabang (PC) yang baru agar tidak terbuai dan berbangga diri setelah dilantik, justru menjadi PC merupakan suatu amahan yang penuh tantangan karena banyak yang harus diperbaiki, baik itu dilingkup internal maupun eksternal.

Kekuatan PMII terletak karena jumlah kadernya jutaan di Indonesia, itu bisa dibuktikan dengan 250 cabang dan ribuan komisariat yang dimilikinya saat ini. Namun kata Gus Abe, PMII juga harus melangkah lebih cepat. Sebab saat ini tuntutan zaman telah berevolusi, bukan hanya menggunakan gerakan jalanan namun juga dibarengi dengan gerakan-gerakan digital melalui Media Sosial (Medsos).

“Setiap cabang mempunyai ciri khas masing-masing, untuk itulah kami menunggu ciri khas PMII di Lombok Timur ini. Sehingga memiliki value atau nilai, yang kemudian itulah menjadikannya berharga bagi perubahan pembangunan di daerah,” peringat Ketum PB.

Di tempat yang sama, Ketua Cabang PMII Lotim terpilih, Ahmad Muzzakir dalam orasi pertamanya mengatakan tema yang diusung kali menyampaikan pesan supaya kader-kader PMII dituntut untuk beradaptasi di era perubahan digitalisasi saat ini. Mengingat, PMII adalah wadah kederiasi, maka yang menjadi tuntutan saat ini bagaimana metode kaderiasasi yang dijalankan sesuai dengan permintaan zaman.

Dengan adanya perkembangan teknologi dan menjamurnya informasi dengan cepat di Medsos, kata Muzzakir jangan sampai kader PMII khususnya di Lotim percaya dengan berita-berita hoax yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Selain itu, saat ini kader PMII juga dituntut agar mempunyai talenta dan kemampuan yang kuat. Karena pada dasarnya, itulah yang menjadi pondasi di kemudian hari untuk menguatkan kaderiasai PMII.

“Jangan sampai kita berkarakter lemah, jangan sampai kita mempunyai mental yang lemah. Kita harus bisa menunjukkan bahwa kita bisa bertumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman,” tegas Muzzakir.

Disisi lain, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Aziz Muslim menjelaskan, tema yang diusung kali ini oleh PC PMII Lotim harus mampu diterapkan dengan baik oleh kader-kader. Pasalnya di tingkat PB saja, saat ini semuanya rata-rata menggunakan sistem digitalisasi. Itulah kemudian yang harus betul-betul dicontoh oleh PC, khususnya yang ada di Lotim.

“Banyak yang mau berevolusi, namun tidak memaknai tema dari revolusi itu sendiri. Jangan sedikit-sedikit mau hantem, anggaplah kita ini sebagai ikan yang ada di aquarium, jangan sedikit-sedikit menilai PMII dengan LSM-LSM, karena PMII itu dihadirkan untuk mengkaji secara teoritis dan mengkaji lebih mendalam,” peringat pria yang akrab disapa Bangong itu.

Ada Suci Makbullah selaku Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) Lotim terpilih mengaku bangga dengan kader-kader yang dilahirkan oleh PMII, khususnya yang ada di Lotim ini. Banyak kemudian kader PMII jebolan Lotim yang saat ini menjadi Tokoh Nasional (Toknas), Tokda (Tokoh Daerah) maupun Tokdes (Tokoh Desa).

“Banyak kader-kader yang saat ini mengisi ruang pasca berproses yang PMII, saya ingin berpesan supaya pengurus cabang yang saat ini diamanahkan agar benar-benar menerapkan apa yang menjadi tema kita kali ini, tanamkan dalam sunubari supaya itu bisa dijalankan dengan baik dan benar,” nasihat Ada Suci.

Terakhir, Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi menyampaikan apresiasi atas dikukuhannya PC PMII masa khidmat 2021/2022 ini. Ia mengaku bangga melihat generasi penerus bangsa yang terlahir dari rahim PMII, yang tentunya akan menjadi penerus Bangsa Indonesia.

“Dengan adanya pelantikan ini, supaya Pemda nantinya bisa bekerjasama dengan kader PMII untuk membantu menghadapi permasalahan yang ada di Lotim,” tandas Wabup.

Kalaupun selama ini pemerintah sering mendapatkan kritik dari kalangan mahasiswa, wabilkhusus dari PMII, itu tidak menjadi masalah. Karena menurut Wabup, selama kritik itu sifatnya membangun, maka pihaknya juga selalu menerima kritikan tersebut.

“Saya berharap keberadaan PMII akan membuat masyarakat merasa aman dan terayomi oleh kehadiran PMII. Kiritik tetap jalan terus, dan  silaturahmi juga harus terus dibina,” pesan Wabup Rumaksi. (gok)

Redaksi Barbareto
Redaksi Barbaretohttps://barbareto.com
Redaksi Barbareto merupakan tim jurnalis yang bertugas melakukan peliputan, penulisan, dan penyuntingan berita dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan Pedoman Media Siber. Setiap konten yang diterbitkan melalui proses verifikasi dan tanggung jawab redaksional.

Related articles

Recent articles