Mataram – Kisah pilu Norida Akmal Ayob, warga negara Malaysia yang selama 18 tahun hidup terlantar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhirnya berakhir bahagia.
Setelah melalui perjuangan panjang penuh keterbatasan ekonomi dan penderitaan, Norida akhirnya berhasil dipulangkan ke Malaysia dan kembali ke pangkuan keluarganya pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Norida datang ke Lombok pada 2007 setelah menikah dengan seorang pria warga negara Indonesia. Ia berharap membangun rumah tangga harmonis di tanah perantauan. Namun kenyataan berkata lain. Pernikahannya berakhir dengan perceraian, membuat Norida harus bertahan hidup seorang diri bersama anak-anaknya di negeri orang.
Dalam kondisi serba kekurangan, Norida mengandalkan pekerjaan sebagai penyapu jalan. Hidup dalam keterbatasan, anak-anaknya pun kesulitan mengakses pendidikan layak.
Perjuangan Norida Hidup di Lombok
Hampir dua dekade di Lombok, Norida mengaku kerap kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Meski demikian, ia tetap bertahan demi anak-anaknya.
Selama di Lombok, Norida tidak memiliki ponsel. Kondisi tersebut akhirnya diketahui oleh keluarganya di Malaysia setelah sebelumnya memposting di facebook untuk mencari keberadaan Norida.
Pihak keluarga kemudian melapor kepada pemerintah setempat. Kasus Norida mendapat perhatian serius dari Kementerian Dalam Negeri Malaysia dan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra).
Upaya diplomatik dan koordinasi lintas negara dilakukan bersama Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta serta otoritas imigrasi Indonesia, hingga akhirnya proses pemulangan dapat direalisasikan.

