Lombok Timur, barbareto.com – Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pariwisata terlibat bentrok dengan aparat pengamanan aksi demonstrasi.
Dalam aksi itu, seorang oknum pengamanan aksi terlihat menjambak salah satu masa aksi yang menurut keterangan narasumber merupakan koordinator lapangan aksi tersebut.
Ketua Umum PMII Lombok Timur, Yogi setiawan, menyampaikan kekecewaannya terhadap cara pengamanan aksi yang jauh dari prosedur yang dintentukan.
“Kan Sudah Ada APH, Kenapa harus pake yang lain-lain”, ungkapnya
Menurut Yogi, setelah melihat Video yang beredar di berbagai platform media, Peristiwa yang menimpa kadernya sudah di luar mekanisme pengamanan normatif, melainkan bentuk nyata dari premanisme dan kriminalisasi aktivis
“Ini kan jelas sekali sudah masuk di model premanisme dan kriminalisasi, jangan sampai kami menduga Bupati IRON memang menyetujui kehadiran oknum pengaman aksi ini di luar Aparat Penegak Hukum”, lanjutnya
Di akhir statementnya, Yogi mengatakan Bupati Akhir-akhir ini semakin memperlihatkan cara kerja dan pendekatan yang sangat buruk kepada aktivis dan masyarakat sipil, menurutnya, Bupati seharusnya menjadi garda depan untuk menjawab segala tuntutan Masyarakat
“di kesempatan ini Kami juga ingin sampaikan bahwa PMII Akan Gelar Aksi Jilid III besok Pagi, Lombok Timur Hari ini sedang darurat Keracunan, darurat Premanisme”, pungkasnya. (*)


