Beranda NTB Lombok Timur

Kandang Ayam di Keruak Resahkan Warga, Pol PP Lotim Abai

0
Foto: (dok.istiemewa)

Lombok Timur, barbareto.om – Masyarakat Dusun Montong Belae Timur, Desa Montong Belae, Kecamatan Keruak diresahkan oleh keberadaan Kandang ayam potong. Pasalnya, kandang ayam tersebut telah mencemari lingkungan sekitar.

Menurut keterangan Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Montong Belae Timur Lalu Sahdan, keberadaan Kandang ayam tersebut sesungguhnya tidak memenuhi syarat karna hanya berjarak 50 meter dari rumah warga terdekat.

Selain itu, kondisi kandang tersebut sangat kotor dan mengeluarkan bau tak sedap hingga menyebabkan banyak lalat yang bertebaran hingga ke rumah-rumah warga.

“Coba lihat ini lalatnya banyak sekali. Yang kita khawatirkan lalat-lalat ini bisa membawa wabah penyakit,” kata Lalu Sahdan sembari menunjuk lalat yang mengerubungi tempat tersebut, Rabu (3/4/2024).

Ia menuturkan, pada tahun 2021 lalu, telah dilakukan mediasi yang dihadiri oleh Pemdes Montong Belae, Masyarakat Montong Belae dan Dane Rase, Sekcam Keruak, pemilik kandang, Kadis Perijinan, Kadis Lingkungan Hidup, Kasat Pol PP, serta dari unsur TNI/Polri.

Keputusan hasil mediasi kala itu adalah, menutup kandang ayam yang sudah kosong, dan memberikan beroperasi kandang ayam yang masih berisi sampai panen, sebelum kemudian ditutup total.

“Nah pada hari yang sudah ditentukan untuk dilakukan penutupan, malah pihak Pol PP dari kabupaten tidak ada yang datang. Sehingga kami bersama pak Kapolsek waktu itu tidak berani melakukan eksekusi,” paparnya.

Dirinya kemudian menduga jika telah terjadi kong kalikong antara pihak Satpol PP Lombok Timur dengan pemilik kandang.

Di tempat sama, koordinator sanitarian Puskesmas Keruak Yayuk Widiasih kepada awak media menjelaskan, keberadaan lalat yang ditimbulkan akibat bau menyengat dari kandang ayam tersebut semakin hari kian bertambah banyak.

Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan menimbulkan wabah penyakit seperti diare, cacingan, ispa, dan penyakit lainnya. Tetapi yang paling dominan terjadi adalah penyakit diare karena berasal dari makanan yang dihinggapi lalat.

“Termasuk dari baunya saja bisa menimbulkan penyakit ispa, apalagi kalo limbah pakannya itu dibakar, maka sangat beresiko terhadap anak-anak,” terang dia.

Sebagai petugas sanitarian, Yayuk merasa khawatir terhadap kondisi kesehatan masyarakat jika kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa ada pencegahan dari pihak-pihak terkait.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Montong Belae Lalu Samsul BY mengutarakan, sebagaimana arah pembangunan desa pada bidang kesehatan yakni mencegah stunting.

“Nah jika kandang ini tidak segera ditutup, maka akan berimbas terhadap upaya pencegahan stunting ini,” jelas pria yang akrab disapa Miq Samsul itu.

Menurutnya, banyaknya lalat yang masuk ke pemukiman warga sudah barang tentu akan membawa wabah penyakit, karena lalat merupakan binatang pembawa penyakit dari satu orang ke orang lainnya.

Tidak saja anak-anak, tetapi setiap orang rentan tertular penyakit yang dibawa oleh lalat jika daya tahan tubuhnya sedang turun. Tetapi yang paling rentan adalah anak-anak karena tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan, terutama dari sisi makanan.

Lantaran itu, selaku pemerintah desa pihaknya dengan tegas meminta kepada Pemda Lombok Timur melalui Satpol PP dan Dinas Perijinan untuk segera melakukan penutupan terhadap kandang ayam yang sudah meresahkan warga sekitar.

“Tidak ada tawar menawar, kami meminta supaya kandang ayam ini ditutup secepatnya. Karna akan berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Dikatakannya, Pemdes sudah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup yang isinya meminta kepada OPD tersebut untuk turun langsung mengecek kondisi kandang yang menurutnya sangat kotor.

“Seharusnya petugas dari DLH datang hari ini. Tetapi informasi yang saya dapatkan tadi ada yang datang tapi mereka balik lagi karna jalan ditutup. Nah, ini kan menimbulkan pertanyaan lagi. Ya kita berharap pihak-pihak terkait untuk serius menangani masalah ini,” tutupnya.

Exit mobile version