23.8 C
Lombok

Pojok Baca dan Perpustakaan Digital, Wajah Baru Pelayanan Publik Polres Lotara

Published:

BARBARETO – Kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Utara, Polres Lombok Utara (Lotara) mulai menata ulang wajah pelayanan publiknya dengan menyulap ruang tunggu pelayanan SIM dan SKCK menjadi ruang literasi pojok baca dan perpustakaan digital.

Kini, ruang tunggu pelayanan SIM dan SKCK tidak lagi menjadi ruang administratif yang kaku setelah di sulap menjadi ruang literasi pojok baca dan perpustakaan digital.

Program ini ditandai dengan penyerahan bantuan fasilitas literasi dari Pemerintah Daerah Lombok Utara berupa satu unit televisi 32 inci, satu unit komputer, dan satu rak buku. Selasa, 27 Januari 2026.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya membangun pelayanan kepolisian yang lebih edukatif dan ramah masyarakat.

“Selama ini ruang tunggu identik dengan tempat menanti. Sekarang kami ingin mengubahnya menjadi ruang yang memberi nilai tambah. Masyarakat bisa membaca, anak-anak bisa bermain edukatif, dan waktu tunggu tidak lagi terasa sia-sia,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Lotim Beri Teguran Keras Terhadap Keteledoran Puskesmas Sikur

Menurut dia, pembenahan ruang pelayanan bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut pengalaman psikologis masyarakat saat berurusan dengan institusi negara.

“Pelayanan yang baik bukan hanya cepat, tetapi juga menenangkan dan up to date serta mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Pojok Baca dan Perpustakaan Digital Memperluas Jangkauan Literasi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Utara, Drs. Rusdianto, mengatakan kehadiran pojok baca dan perpustakaan digital di lingkungan Polres merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan literasi ke ruang-ruang publik yang selama ini tidak identik dengan aktivitas membaca.

“Kita harus menjemput pembaca, bukan menunggu mereka datang ke perpustakaan. Kantor pelayanan publik seperti Polres adalah titik temu masyarakat yang sangat strategis,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa tantangan literasi saat ini semakin berat seiring dominasi gawai dan konten instan.

Karena itu, pendekatan yang ditempuh bukan melawan teknologi, tetapi mengintegrasikan literasi dengan ruang dan kebiasaan baru masyarakat.

Baca Juga :  Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2021

“Perpustakaan hari ini tidak bisa hanya menjadi gudang buku. Ia harus hadir di tengah aktivitas warga,” katanya.

Sementara itu, Kabag SDM Polres Lombok Utara AKP Agus Rahman mengatakan bantuan tersebut akan ditempatkan di ruang tunggu pelayanan SIM dan SKCK agar bisa langsung diakses masyarakat.

“Kami mewakili Kapolres Lombok Utara menyampaikan terima kasih atas dukungan ini. Ini sangat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar penambahan fasilitas, program ini mencerminkan pergeseran paradigma pelayanan publik di lingkungan Polres Lombok Utara, dari sekadar mengurus administrasi menuju pelayanan yang juga memperhatikan aspek edukasi dan kenyamanan warga.

Dari sebuah pojok baca dan perpustakaan digital di ruang tunggu, Polres Lombok Utara kini sedang menanam pesan sederhana namun kuat “Negara hadir bukan hanya untuk mengatur, tetapi juga untuk mendidik, menenangkan, dan menumbuhkan”.

Caprizani
Caprizani
Caprizani adalah jurnalis Barbareto yang meliput isu pemerintahan, hukum, politik, ekonomi dan peristiwa daerah di Nusa Tenggara Barat. Ia aktif melakukan peliputan lapangan dan penulisan berita berbasis fakta dengan mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan verifikasi sumber sesuai Pedoman Media Siber.

Related articles

Recent articles