Refleksi 10 Bulan Iqbal-Dinda
BARBARETO.COM – Menjelang tutup tahun 2025, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis laporan kinerja refleksi 10 bulan kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda).
Di balik deretan angka statistik capaian kinerja, Gubernur Iqbal menekankan filosofi pelayanan yang menjadi fondasi pemerintahannya selama masa transisi ini.
“Kami hadir untuk melayani, bukan dilayani. Setiap inci pembangunan harus dirasakan manfaatnya hingga ke dapur rakyat,” tegas Iqbal dalam pernyataan refleksinya.
Pernyataan tersebut menjadi landasan bagi berbagai kebijakan strategis yang diambil, mulai dari pengendalian harga bahan pokok hingga reformasi birokrasi yang berdampak langsung pada masyarakat.
Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Tertekan
Filosofi “manfaat hingga ke dapur rakyat” tersebut terefleksi dalam data ekonomi terkini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September/Oktober 2025, angka kemiskinan makro di NTB berhasil turun menjadi 11,78 persen.
Pemprov NTB juga fokus menjaga daya beli masyarakat dengan pengendalian inflasi yang konsisten di bawah 2,5 persen (y-o-y), menempatkan NTB dalam 10 besar provinsi terbaik nasional dalam pengendalian inflasi.
Di sektor riil, NTB meraih predikat Provinsi Terbaik Nasional dalam TPAKD Award 2025 berkat perluasan akses keuangan UMKM melalui program kredit murah tanpa agunan, serta mencatatkan kenaikan ekspor produk olahan pertanian dan kerajinan sebesar 12 persen.
Reformasi Birokrasi dan Kepastian Tenaga Honorer
Komitmen untuk “melayani” juga diwujudkan melalui pembenahan internal. Pemprov NTB menghapus praktik “titip jabatan” dengan menerapkan sistem meritokrasi ketat, yang diganjar predikat “Sangat Baik” dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tahun 2025.
Selain itu, Iqbal-Dinda menuntaskan persoalan status kepegawaian dengan mengangkat ribuan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2025, demi menjamin kepastian status hukum dan kesejahteraan pegawai.
Akselerasi Infrastruktur dan Layanan Dasar
Laporan kinerja 10 bulan ini juga mencatat percepatan pembangunan fisik dan manusia:
1. Infrastruktur: Rehabilitasi total 92 km jalan provinsi yang rusak berat di Lombok dan Sumbawa, serta pemasangan 1.500 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) di titik rawan.
2. Konektivitas: Pembukaan komitmen rute penerbangan internasional baru (Lombok-Perth & Lombok-Bangkok) untuk 2026 dan aktivasi jalur kapal cepat Sanur-Mandalika.
3. Kesehatan: Peningkatan status RSUD Manambai Abdulkadir (Sumbawa) menjadi Tipe B serta penurunan angka stunting menjadi 13,5 persen melalui “Aksi Gizi Desa”.
4. Pendidikan: Pemberian beasiswa kepada 500+ mahasiswa dan revitalisasi SMK menjadi Pusat Keunggulan dengan serapan kerja lulusan mencapai 75 persen.
5. Pariwisata: Rekor kunjungan 2,5 juta wisatawan per Desember 2025 dan kesuksesan MotoGP dengan serapan 95 persen tenaga kerja lokal di sektor perhotelan.
Menutup refleksinya, Gubernur Iqbal menyadari tantangan ke depan masih besar. Namun, ia memastikan setiap kebijakan yang diambil merupakan ikhtiar “Iqbal-Dinda” untuk membawa NTB menuju kemakmuran yang mendunia.

