20.1 C
Lombok

TANDA Klaim Diri Bukan Paslon “Petinju”

Published:

- Advertisement -

Lombok Timur – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, Tanwirul Anhar dan Daeng Paelori, mengklaim diri bukan Paslon petinju atau tidak pelit.

Pernyataan itu dilontarkan saat menyapa masyarakat dalam kampanye di salah satu wilayah di Lombok Timur.

Daeng Paelori awalnya mengatakan bahwa ia bersama Cabup Tanwir, yang paling sedikit dari sisi anggaran.

“Kami mungkin calon paling miskin. Tapi biar miskin, kami tidak bertinju dan tidak pelit. Daripada kaya tapi pelit, tidak ada gunanya,” kata Daeng Paelori dalam bahasa sasak, mengutip video akun FB Militan Tanwir.

Baca Juga :  Kesal Dugaan Dana BST Digelapkan, Warga Desa Perian Segel Kantor Desa

Selain itu, dirinya bersama Tanwir, mengajak masyarakat memilihnya karena satu-satunya calon yang apa adanya.

“Bupati dan Wakil Bupati harus merakyat agar masyarakat tidak segan datang. Mau pakai baju robek atau celana pendek, tetap bisa menemui Bupati,” ujarnya.

Ia juga turut memberi sindiran terhadap banyaknya Paslon yang harus melalui tim sukses.

“Ini yang rakyat senang, kami langsung turun ke masyarakat. Jangan lewat timses. Semakin sering kami bertemu, semakin pintar,” bebernya.

Baca Juga :  Menyambut Hari Bhayangkara ke-78, Polres Sumbawa Berikan Bantuan Bibit dan Pupuk untuk Petani

Lebih jauh kata Daeng yang juga politisi Partai Golkar itu, ia bersama Tanwir tumbuh melalui perjuangan panjang. Sehingga, kata dia masyarakat harus tau jika Paslon TANDA benar-benar tahu rakyat.

“Kami tumbuh tidak tiba-tiba. Lewat perjuangan panjang,” tandasnya.

Sebagai informasi, Pilkada Lombok Timur tahun 2024 kali ini diikuti sebanyak lima kontestan. Mereka; Rumaksi-Sukisman, Iron-Edwin, Tanwir-Daeng Paelori, Luthfi-Wahid dan SJP-Fatihin.

- Advertisement -
Mugni Ilma
Mugni Ilma
Mugni Ilma adalah jurnalis Barbareto yang meliput isu pemerintahan, hukum, politik, ekonomi dan peristiwa daerah di Nusa Tenggara Barat. Ia aktif melakukan peliputan lapangan dan penulisan berita berbasis fakta dengan mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan verifikasi sumber sesuai Pedoman Media Siber.

Related articles

Recent articles