TGB Ingatkan Warga NWDI Jangan Terlalu Sering Menceritakan Karomah Maulana Syaikh

Published:

Lombok Timur, barbareto.com – Ketua Umum (Ketum) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi mengingatkan warga  NWDI supaya jangan terlalu sering menceritakan karomah-karomah Almagfurullah Maulana Syakih TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Bukan tanpa alasan, TGB mengatakan hal demikian karena saat ini jamaah NWDI seharusnya menceritakan tentang keistiqomahan Maulana Syaikh dalam membuat karya-karya bagi umat dan bangsa, bukan malah terjebak dengan menyebarkan dakwah tentang cerita karomah-karomahnya beliau.

“Dan yang perlu kita sampaikan bukan yang aneh-aneh, bukan cerita-cerita yang mungkin orang dulu percaya. Tapi kalau sekarang bukan itu alat dakwah kita,” kata pria yang juga sebagai Ketum OIAA Indonesia itu, saat menyampaikan pengajian di kampus IAIH Pancor kemarin. (5/3/2026)

Ia juga meminta supaya warga Nahdliyin berhati-hati jika ingin menyampaikan karomah Maulana Syaikh, karena jika tidak tepat maka itu akan menjadi bumerang bagi sang pendiri NWDI, NW, dan NBDI.

“Misalkan karomah-karomah Almagfurullah. Hati-hati menceritakan karomah, kalau salah tempat bisa menjadi jalan untuk orang menjelek-jelekkan guru kita,” pungkasnya.

TGB yang juga sebagai Rektor IAIH Pancor itu menegaskan, jika Maulana Syaikh sendiri dulunya juga menyampaikan bahwa karomah itu merupakan hal yang kurang penting untuk diceritakan, melainkan seharusnya menceritakan tentang keistiqomahan.

“Apa yang perlu kita ceritakan, istiqomah. Apa itu istiqomah, karya kita,” tegasnya.

Maka dari itu, Ia menjelaskan selama menjalankan mimbar dakwah dimanapun, dirinya tidak pernah menceritakan karomah-karomah Almagfurullah Maulana Syaikh. Sebab menurutnya karomah Maulana Syaikh sudah cukup untuk dijadikan pembelajaran yang baik.

“Karomah itu sudah selesai, almagfurullah sudah cukup. Istiqomahnya beliau yang perlu kita tularkan ke jamaah,”

Lebih lanjut, kata TGB, dengan cerita mimpi-mimpi yang sering kali dijadikan bahan dakwah di tengah Masyarakat saat ini, hal itu menurutnya tidak perlu juga terlalu sering disampaikan.

“Almagfurullah tidak menjadi mulia dengan kita cerita mimpi aneh-aneh, malah hati-hati nanti lama-lama dakwah kita ditinggalkan. Karena yang dihadapi oleh orang sekarang itu adalah hal-hak yang sifatnya Solusi terhadap masalah yang mereka hadapi. Kalau kita tidak bisa memberikan Solusi itu, maka lewat kita,” paparnya.

Lebih lanjut, Dia menyebut Maulana Syaikh terkenal disaat masih hayat, dan saat ini harus ada yang meneruskan keistiqomahan beliau melalui karya-karya yang membangun peradaban umat.

“Menceritakan itu bukan hanya dengan ngomong, tapi harus ada karya dari murid-muridnya,” tandasnya.

Ia mengajak jamaah NWDI untuk  menceritakan hal-hal yang baik mengenai Almagfurullah Maulana Syaikh dengan cara mengikuti jalan perjuangannya dan membuat karya bagi bangsa. (gok)

Febriga Rifky
Febriga Rifky
Febriga Rifky adalah Pemimpin Redaksi Barbareto. Ia bertanggung jawab atas kebijakan redaksional, pengawasan isi pemberitaan, serta memastikan seluruh produk jurnalistik Barbareto memenuhi standar etika jurnalistik dan Pedoman Media Siber.

Related articles

Recent articles