Lombok Timur, barbareto.com – Warga terdampak banjir di Dusun Kuang Sungkun, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur mengaku tidak terlalu mengharapkan bantuan.
Namun saat ini, mereka lebih mengharapkan supaya pemerintah bertindak nyata mengatasi persoalan banjir yang merendam kurang lebih 197 jiwa di Dusun Kuang Sungkun.
“Masalah bantuan ini sebenarnya tidak diharapkan, yang diharapkan bagaimana air ini turun, tidak ada di kampung ini. Nah sementara solusi disini sudah diberikan bahwa air ini, nggak ada lain, melainkan harus dibuang ke laut,” kata Wirkas Suandi, Kepala Wilayah (Wakil) Dusun Kuang Sungkun saat ditemui dilokasi banjir. (9/2/26)
Kendati beberapa waktu yang lalu, sambung Wirkas, pemerintah sudah menyalurkan bantuan berupa sembako akan tetapi itu tidak terlalu berdampak karena hal yang paling urgen ialah menyurutkan genangan air.
Adapun untuk solusi yang Ia tawarkan ke pemerintah, agar membuatkan aliran drainase yang mengarah ke laut dengan panjang 400 meter. Itulah salah satu cara menurutnya saat ini untuk menguras air yang merendam rumah warga.
“Kalau disedot, mungkin terlalu banyak pompa air yang dibutuhkan, karena debit air yang tinggi,” ujarnya sembari menyebut jika air yang menggenangi rumah warga berasal dari air hujan.
Selanjutnya, kata Kawil, untuk saat ini sebagian besar warga yang terdampak banjir sudah mengungsi ke tenda yang disediakan oleh BPBD Lombok Timur.
“Ada yang bertahan di rumah, tapi sebagian lagi yang laki-laki itu mengungsi di tenda yang disediakan oleh BPBD,” tandasnya.
Sementara itu, mendengar keluhan masyarakat tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur, M. Yusri mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah terkait agar apa yang menjadi keluhan warga terdampak banjir segera terselesaikan.
“Untuk segera kita selesaikan persoalan-persoalan yang melanda kita, terutama air yang masih menggenangi rumah masyarakat kita di sini,” ucap Yusri. (gok)

