26.5 C
Lombok

Gubernur Iqbal Tegaskan Harga Gabah Rp6.500, Tertinggi dalam Sejarah

Published:

- Advertisement -

BARBARETO – Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa sektor pertanian di Bumi Gora kini memasuki babak baru yang lebih menjanjikan bagi kesejahteraan rakyat kecil.

​Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri acara Tasyakuran Swasembada Pangan Tingkat Provinsi di Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Barat, pada Rabu (07/01/2026).

​Iqbal mengungkapkan, program revitalisasi irigasi dan pompanisasi yang digenjot pemerintah provinsi telah membuahkan hasil nyata dalam mendongkrak produksi padi di berbagai wilayah.

​Menurutnya, intervensi teknologi air tersebut berhasil mengubah pola tanam petani secara drastis, dari yang sebelumnya pasif menjadi sangat produktif.

Baca Juga :  Jaringan Hotel Kempinski Akan Hadir di Sekotong

​“Alhamdulillah, dampaknya sangat nyata. Lahan yang sebelumnya hanya bisa panen satu kali, kini bisa dua kali, bahkan ada yang sudah tiga kali setahun,” ujar Iqbal.

​Ia menyebut pencapaian ini sebagai sejarah baru bagi NTB, mengingat kondisi produktivitas lahan yang stagnan selama lebih dari 15 tahun terakhir akhirnya berhasil dipecahkan.

Harga Gabah Tertinggi dalam Sejarah Republik

​Tak hanya soal jumlah panen, Gubernur juga menyoroti kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang disebutnya sebagai rekor tertinggi.

Baca Juga :  Kapolda NTB Ajak Semua Pihak Berikan Kontribusi Nyata

​“Sepanjang sejarah Republik, belum pernah HPP setinggi ini. Dengan angka Rp6.500, petani kita kini memiliki kepastian harga dan keuntungan yang jauh lebih layak,” tegasnya.

​Data Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pun menunjukkan tren positif, di mana pada akhir tahun 2025 tercatat melonjak ke angka 131 dari angka 123 di tahun sebelumnya.

​Kegiatan ini turut dihadiri Kapolda NTB, Danrem 162/WB, dan Wakil Bupati Lombok Barat sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di NTB.

- Advertisement -
Caprizani
Caprizani
Kontributor Kota Mataram

Related articles

Recent articles

Peringatan Malari 1974 dan HUT INDEMO ke-26