BARBARETO – Semangat gotong royong sebagai akar budaya bangsa kembali dibangkitkan. Aliansi Garuda Khusus (Garsus) 08 secara resmi menggandeng Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Indonesia (SWI) untuk menginisiasi “Gerakan Sosial 10.000 Relawan Gotong Royong” di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Ketua Umum Aliansi Garsus 08, Raden Pujianto Sasmito, menegaskan bahwa kolaborasi yang akan berlangsung pada 18 hingga 21 Mei 2026 ini bukan sekadar perhelatan akbar, melainkan langkah nyata dalam merajut kembali tali persatuan. Momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) SWI 2026.
”Kami menyambut baik rencana besar ini. Bagi Garsus 08, ini adalah pengejawantahan dari visi misi organisasi untuk mengeratkan tali persatuan dan kesatuan antar-sesama masyarakat. Kita harus bersinergi dengan pemerintah dan membina hubungan sosial yang tulus demi bangsa,” ujar Raden Pujianto Sasmito dalam keterangannya.
Ia menilai, kehadiran pers di tengah gerakan relawan memiliki fungsi edukatif yang sangat kuat. Raden Pujianto memandang pers sebagai pilar keempat demokrasi yang mampu menggerakkan kesadaran publik untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Senada dengan sang Ketua Umum, Sekjen Garsus 08 Ichwan Al menyampaikan apresiasinya kepada Ketua Umum SWI Herry Budiman atas kepercayaan yang diberikan kepada Aliansi Garsus 08. Menurutnya, sinergi ini adalah bentuk pengakuan terhadap peran relawan dalam membantu tugas-tugas kemanusiaan dan pembangunan.
”Pers memiliki peran penting dalam mendukung gotong royong dengan menyebarkan informasi dan menjadi wadah aspirasi. Kami di Aliansi Garsus 08 siap mendukung penuh, karena pers adalah mitra strategis untuk memperkuat ikatan sosial dan membantu mencapai tujuan bersama di masyarakat,” jelas Ichwan Al.
Relawan Gotong Royong Membangun Kemandirian dari Desa
Gerakan ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan massa, tetapi juga menyentuh aspek fundamental seperti ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Beberapa agenda utama yang dikawal oleh Garsus 08 dan SWI meliputi:
- Kedaulatan Pangan: Program pemberdayaan komoditas unggulan seperti sorgum dan tebu yang masing-masing mencakup lahan seluas 600 hektare, serta pengembangan vanili, jagung, dan singkong.
- Investasi Ekologis: Penanaman pohon produktif dan bunga matahari sebagai simbol optimisme desa yang ramah lingkungan dan lestari.
- Simbol Nasionalisme: Pembentangan 1.000 meter bendera Merah Putih untuk membangkitkan kebanggaan nasional di tingkat akar rumput.
”Melalui peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 ini, kita ingin memantapkan sinergi dengan pemerintah, TNI, Polri, serta seluruh elemen bangsa. Ini adalah langkah strategis untuk turut serta membangun Indonesia yang lebih maju dari desa,” tambah Ichwan Al.
Dengan tema “Pers Mengabdi Untuk Negeri”, kolaborasi antara Raden Pujianto Sasmito bersama jajaran Garsus 08 dan para insan pers diharapkan menjadi oase di tengah dinamika bangsa, membuktikan bahwa kerja sama lintas elemen adalah kunci kemajuan daerah.

