Lombok Timur, barbareto.com – Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Suela menyoroti dugaan kelalaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Timur – Ketangga menyusul adanya laporan sejumlah guru dan siswa yang mengalami mencret setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua DPK KNPI Suela, M. Khairil Ahyan, meminta pihak terkait segera mengambil tindakan tegas serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang bertanggung jawab atas distribusi makanan tersebut.
“Peristiwa ini harus ditindak secara serius karena sudah menyangkut keselamatan para penerima manfaat MBG, baik siswa maupun guru,” kata Khairil dalam keterangan tertulisnya, (28/1/2026)
Menurut Khairil, SPPG seharusnya menjalankan seluruh tahapan penyediaan makanan – mulai dari persiapan, pengolahan hingga pengemasan—sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah diatur dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis program MBG.
Ia menilai kejadian tersebut menjadi indikasi perlunya evaluasi internal, khususnya pada manajemen dapur MBG. Karena itu, ia meminta kepala SPPG melakukan pembenahan agar insiden serupa tidak terulang.
Tak hanya itu, Khairil juga mengingatkan para mitra MBG dan karyawan dapur agar lebih bertanggung jawab. Menurutnya, MBG merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sehingga tidak boleh dijalankan secara asal atau semata berorientasi pada keuntungan.
“Kami minta SPPG lebih teliti dalam penyajian dan pemilihan bahan makanan. Apalagi di setiap dapur sudah ada ahli gizi, kepala dapur, dan asisten lapangan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh dapur MBG di Lombok Timur dapat bekerja lebih serius dan profesional, dengan mengedepankan kesehatan dan keamanan penerima manfaat, bukan sekadar mengejar target distribusi. (*)

