Polresta Mataram

Cegah Rembetan Kebakaran Bukit Anak Dara, BPBD Lotim Minta Water Bombing ke Provinsi

Lombok Timur-NTB. BARBARETO – Guna mencegah menjalarnya kobaran api di Bukit Anak Dara, Dusun Orong Goar, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur telah mengajukan Water Bombing ke BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Water Bombing merupakan salah satu cara digunakan ketika ada Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan intensitas besar. Biasanya, pada Warter Bombing digunakan Pesawat atau Helikopter yang membawa debit air dengan kapasitas banyak.

Saat dikonfimasi melalui jaringan telepon, Kepala Pelaksana BPBD Lotim Toni Satria Wibawa membenarkan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi terkait pengajuan armada Water Bombing tersebut.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi terkait Water Bombing itu,” katanya ketika di tanya oleh media Sabtu, 14/11/2020.

Adapun saat ini, kata pria yang akrab disapa Toni ini pihak BPBD Provinsi sedang melakukan peninjauan dilokasi kebakaran. Dengan begitu, dirinya sedang menunggu hasil dari peninjauan tersebut.

Hasil dari peninjauan itulah, lanjutnya, yang nantinya akan menentukan apakah armada Warter Bombing berupa Helikopter tersebut dibutuhkan atau tidak pada Karhutla yang terjadi di Bukit Anak Dara.

“Pihak BPBD Provinsi sedang melakukan asessment di lokasi kebakaran, yang kemudian dari hasil asessment itulah nantinya di tentukan pengajuan Water Bombing itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini proses peninjuan tersebut dilakukan bersama yakni antara BPBD Lotim dan BPBD Provinsi NTB. Itu menurutnya salah satu cara untuk mensiagakan timnya untuk mencegah potensi menyebarluasnya api.

Diakuinya, sampai dengan saat ini pihaknya sedang menunggu hasil dari pinjauan tersebut. Dari BPBD Lotim, telah mengerahkan 1 unit kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) dan 1 unit kendaraan tangki.

Tak hanya itu, pihaknya juga menurunkan 1 unit mobil pick-up dengan jumlah personil 12 orang dilokasi pemadaman. Dengan begitu, sampai dengan saat ini petugas pemadam kobaran api bersama dengan TNI, Polri, dan petugas dari Pemerintah Daerah Lotim.

Dari data yang dikumpulkan oleh tim Barbareto sampai dengan saat ini, tidak ada korban jiwa dan rumah warga yang terkena imbas dari kobaran api. Dengan luas padang savana yang terbakar kurang lebih 15 hektar.

Potensi dari penyebaran luasan api, sampai dengan saat ini tergantung dari pergerakan angin. Jika bergerakan angin tak rekendali, maka diprediksi akan meluas ke Bukti Selong dam Bukit Nanggi mengarah ke bale beleq Desa Sembalun Lawang, dan bale pangan Desa Sembalun Bumbung. (gok)

Open chat
%d blogger menyukai ini: