Sabtu, April 13, 2024

Cuaca Buruk, Nelayan Lombok Timur Terpaksa Tidak Melaut

Lombok Timur, barbareto – Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan tak hanya berimbas terhadap pertanian Lombok Timur, hal serupa juga di rasakan beberapa nelayan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan Waspada potensi angin kencang mencapai 30 knot serta tinggi gelombang laut dapat mencapai 2 meter atau lebih di Laut Bali, Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan dan Samudera Hindia selatan Bali – NTB.

Demikian di jelaskan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur, Sumaryadi Jum’at (15/07/2023).

“Memang fenomena alam ini setiap tahun terjadi dan memang betul banyak nelayan yang terdampak,” jelasnya.

Akan tetapi berkaca dari tahun-tahun sebelumnya.

Dinas Kelautan tidak bisa memberikan saran yang frontal, mengingat nelayan jauh hari sudah menginisiasi situasi yang terjadi.

“Artinya nelayan lebih paham situasi tentunya mereka juga sudah menginisiasi jauh hari, dan Dinas tentunya tetap memonitor,” ujar Sumaryadi.

Masih kata Sumaryadi, kondisi cuaca juga berpengaruh terhadap predaran ikan, hal tersebut di buktikan dengan beberapa Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terpantau sepi.

“Tentunya sepi, TPI Tanjung luar kami pantau tidak ada aktivitas. Akan tetapi di TPI lain seperti Labuhan Lombok masih ada aktivitas,” paparnya.

Lebih lanjut di jelaskan Sumaryadi, kendati cuaca memaksa nelayan membatasi aktivitas melaut.

Pihaknya belum menemukan ketimpangan terhadap nelayan, karena beberapa kelompok nelayan berhasil di kuatkan kelembagaannya.

“Sudah terpola semua, dimana beberapa kelompok nelayan secara kelembagaan sudah kuat, yang tentu sebagai alternatif ketika kondisi seperti ini,” bebernya.

Sumaryadi menjelaskan lebih jauh seiring waktu nelayan Lombok Timur sudah berinovasi, dengan tidak terlalu mengandalkan hidup di laut.

Namun beberapa sektor seperti tambak garam juga sudah mulai di lakukan.

“Yang jelas aktivitas nelayan tidak mati total. Ada beberapa yang bisa di manfaatkan sebagai alternatif seperti tambak garam dan lainnya,” pungkasnya.

Follow kami di Google News

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments