Identitas Mayat Yang di Temukan di Kotaraja Akhirnya Terungkap

Lombok Timur-NTB. BARBARETO – Warga Desa Kotaraja sempat dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki yang ditemukan di sungai Penimpoh Gong, Jenazah itu ternyata Serilah alias Amaq Isna (73) yang berasal dari Dusun Mertak Bireng, Desa Semaya, Kecamatan Sikur.

Kepala Wilayah sekaligus keluarga Zainuddin, menjelaskan, bahwa Serilah hilang pada hari Rabu (11/11), sekitar pukul 13:00 WITA. Ketika sore hari keluarga dan beberapa masyarakat sekitar sempat mencari Serilah.

“Serilah sudah seminggu menghilang, dari sejak ditemukam kemarin itu,” Ungkapnya

Sampai tiba malam harinya belum ada tanda-tanda dari Serilah. Oleh karena itulah, pihak dari keluarga akhirnya melaporkan kehilangan Serilah ke Polisi Polsek Sikur.

Adapun sepengetahuan dari Zainuddin, Almarhum tidak pernah bekerja lagi, sejak didiagnosis mengalami penyakit pikun akut. Ia mengatakan kalau Serilah tidak didalam rumah, maka pasti ia berada di areal sekitar Dusun.

“Namun pada hari rabu itu kok sampai malam hari belum ada tanda-tanda dari Serilah, untuk itulah kami bersama masyarakat mencoba mencarinya dan melaporkan ke pihak kepolisian terdekat,” Katanya

Lebih lanjut, ia menuturkan jika kondisi fisik Selah masih stabil dan tidak mengalami riwayat penyakit berat lainnya selain pikut akut tersebut. Dengan begitu, ia meyakini ketika Amaq Isna pergi dari rumah dirinya masih dalam keadaan sehat.

Terkait dengan awal penemuannya, Zainuddin menjelaskan ketika mendengar infromasi adanya penemuan mayat laki-laki di Kotaraja, pihak keluarga yang berada di Kotaraja sempat mengabarkan penemuan itu melalui jaringan media sosial.

“Kemudian ada pihak dari keluarga yang berada di Kotaraja tiba-tiba menghubungi kami yang disini, kalau ada penemuan seorang mayat laki-laki di sungai,” Jelasnya

Berangkat dari infromasi awal itulah, ia mengungkapkan dari pihak keluarga segera mencari keberadaan mayat yang belum diidentifikasi tersebut ke Rumah Sakit Umum Raden Soedjono Selong. Mengingat, jenazah itu langsung dipindahkan ke RSUD Selong untuk dilakukan autopsi setelah ditemukan mengapung di sungai.

Iapun bersama keluarga lainnya mencoba untuk mengecek langsung jenazah tesebut. Awalnya pihak keluarga sempat ragu untuk mengakui jenazah dari Amaq Isna, karena wajahnya sudah sulit dideteksi.

Namun ketika dilakukan tes sidik jari, lanjutnya, akhirnya teridentifikasi bahwa sidik jari tersebut cocok dengan Serilah, diperkuat dengan kain sarung yang dipakainya. Ketika itu keluarga tidak berfikir panjang lagi, dan langsung ingin menguburkan jenazah.

Ia mengaku tidak begitu jelas ketika diperlihatkan jenazah dari Amaq Isna mengenai kondisi tubuhnya, akan tetapi ia meyakini tidak ada luka-luka di tubuh Amaq Isna ketika pertama kali melihat jenazahnya.

“Kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya sampai dengan saat ini,” Tutupnya.

Open chat
%d blogger menyukai ini: