Rabu, April 24, 2024

Kakanwil Kemenag NTB Sebut Kunci Keberhasilan Mengelola Dana BOS Adalah Transparansi

Lombok Barat-NTB. BARBARETO – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, DR. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag., hadir dan membuka kegiatan Pembinaan Kepala Madrasah Wilayah KKM se-Kecamatan Sekotong dan Sosialisasi BOS Tahun 2021 untuk semua Jenjang, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang diselenggarakan oleh Pokjawas Kemenag Kabupaten Lombok Barat pada hari Kamis, (11/2/21) bertempat di Gedung Ponpes Zainul Hafiz At-Taufiq Sepi Desa Buwun Mas Sekotong.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. M. Ali Fikri, S.Ag,.MM., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Barat H. Jalalussayuti, SS., M.Pd., kepala Seksi Penmad, H. Nasrullah, S.Ag dan para pengawas Madrasah.

Sebelum Acara di Mulai Pihak Sohibul Bait Melakukan Demonstrasi. Beberapa Santrinya yang sudah belajar Amsilati dan di Uji langsung di depan Hadirin Peserta yang hadir pada acara tersebut.

“Kesemuanya ini merupakan bentuk tujuan dan Ikhtiar kami dalam mengelola Ponpes ini, ” ujar Sohibul Bait.

Dalam Pengantarnya H. Suhirman, M.Pd., menyampaikan, bahwa kegiatan diikuti oleh 35 Kepala Madrasah, Terdiri dari Madrasah Ibtida’iyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) ditambah dengan para Pengawas Madrasah se-Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu Pembinaan bagi Kepala Madrasah oleh Kakanwil dan Kabid Pendidikan Madrasah kemenag Prov. NTB yang dilaksanakan pada hari ini (11/02), kemudian Sosialisasi Bantuan Operasional Madrasah (BOS) Tahun 2021.

Dalam sambutan dan arahannya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB DR. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag., menyampaikan.

“Ada enam azas yang harus diketahui kepala Sekolah dalam sebuah lembaga atau Madrasah yaitu, harus melaksanakan transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, Kepada Ketua Yayasan meski Kepala Sekolah tersebut mempunyai hak atas pengelolaan Dana BOS,” tutur DR. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag., didepan 35 peserta Pembinaan lingkup Wilayah KKM SeKecamatan Sekotong di Yayasan Zainul Hafiz At-Taufiq.

Transparansi menurut DR. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag selaku orang nomor wahid dilingkungan Kementerian Agama Provinsi NTB adalah bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan, dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti, Akuntabilitas adalah agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

“Kondisional adalah sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsif efisiensi dan efektifitas, papar Kepala Kakanwil Kemenag Prov. NTB. Agar Peppndidikan di lingkungan Yayasan berjalan lancer tidak ada dusta diantara kita,” begitu ungkapnya.

Sementara Kepala Kakanwil Kemenag Prov. NTB Menyampaikan Pesan ,Bahwa Kepala Madrasah harus menjadi kepala madrasah yang Ikhlas kalau menjadi guru jadilah guru yang ihklas dalam mendidik karena guru adalah tonggak kemajuan bangsa Indonesia dan semoga Ponpes Zainul Hafiz At-Taufiq Menjadi Pilot Project pada Ponpes-ponpes lainnya.

“Karena kami melihat banyak pimpinan ponpes yang tidak bisa membaca kitab-kitab gundul, untuk itu kami mengharap agar nantinya Ponpes Zainul Hafiz At-Taufiq dapat mencetak generasi-generasi yang dapat menjadi Penerus dan mengembangkan system Amsilati ini, ” Tutupnya penuh harap.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments