Selasa, April 23, 2024

Lulusan ITB STIKOM Bali Masih Jadi Primadona, Jaminan Kerja dan Magang ke Luar Negeri

barbareto.com | Rabu, (9/2/22), bertempat di Bali Duta Orchid Garden, mengelar acara bersama awak media. Pada kesempatan tersebut, Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi, dengan mengembangkan studi yang menjadi terobosan baru di kampus tersebut. Inovasi yang dikembangkan diantaranya, program internship atau magang secara daring dengan Lithan EduClass Singapore.

Di jelaskan oleh Dadang,”Setiap hari ITB STIKOM Bali menerima permintaan tenaga kerja bidang TIK (kadang-kadang juga non TIK) rata-rata 3 perusahan baik melalui surat, email, telpon, dan tidak jarang pula yang langsung datang ke kampus. Bahkan sampai dengan melakukan perekrutan di kampus,” ujar Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan pada acara Coffee Morning ITB STIKOM Bali bersama media.

Dadang juga menyebutkan, pihaknya membuat program kerjasama dengan Singapura dimulai pada 4 Oktober 2021. Bahkan jumlah peserta di batch pertama diikuti 100 orang. Dalam program ini, mahasiswa akan disalurkan magang pada tahun kedua sampai dengan tahun keempat.

“Setiap mahasiswa juga mendapatkan uang saku sampai dengan Rp100 juta per 3 tahun atau Rp 33 juta per tahun. Asumsinya per bulan sekitar Rp2.750.000 dan biaya kuliah ditanggung oleh perusahaan tempat magang,” kata Dadang Hermawan dalam acara Coffee Morning peringatan HPN 2022 ITB Stikom Bali bersama media dengan tema Sinergi ITB Stikom Bali dan media dalam transformasi budaya berbasis digital.

Baca juga : Lulusan Terbaik di Kelas Internasional, Mahasiswa ITB STIKOM Bali Raih Nilai Sempurna di DNUI China

Dadang menyebut ada sekitar 2.000 perusahaan berskala internasional yang berkantor di Singapura yang telah menerima magang online dari seluruh mahasiswa ITB STIKOM Bali.

“Saat ini sedang dibuka proses pendaftaran batch 2 sampai dengan tanggal 20 Februari 2022,” jelas Dadang Hermawan.

Menurut Dadang, terobosan lain ITB STIKOM Bali yakni, program kuliah sambil magang atau kerja ke Jepang. Saat ini, ada 15 orang mahasiswa kampus IT terbesar di Bali Nusra itu, tengah magang ke Jepang. Sedangkan 5 orang lagi menunggu pemberangkatan.

“Karena visa magang yang belum dibuka. Para mahasiswa yang sedang ngantri untuk diproses penempatan ke Jepang baik untuk kuliah sambil magang atau kerja mencapai 200 orang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dadang, ITB STIKOM Bali juga mengadakan pertukaran mahasiswa dengan STT Bandung yang jumlahnya ada 30 orang. Pertukaran mahasiswa dengan kampus lain itu dibiayai Kemendikbud sebanyak masing-masing 20 orang. Ditambah lagi, program kampus mengajar sebanyak 8 orang, program studi independent 10 orang, dan program pemagangan 23 orang.

“ITB STIKOM Bali juga memiliki inkubator bisnis. Inkubator bisnis STIKOM Bali, yang merupakan unit unggulan dalam membentuk calon technopreneur masa depan,” ujarnya.

Dadang bahkan menyebut di akhir tahun 2021, Webometrics Rangking of World Universities kembali menempatkan ITB STIKOM Bali di peringkat I dari 161 PTS di Bali Nusra. ITB STIKOM Bali kini memiliki dua Fakultas yakni, Fakultas Informatika dan Komputer dengan tiga Program Studi yakni Sistem Informasi, Sistem Komputer dan Teknologi Informasi (semua S1).

“Selain itu, ada tambahan 2 program dua gelar yakni dengan Help University di Kuala Lumpur dan Dengan Binus University di Jakarta serta Fakultas Bisnis dan Vokasi dengan dua Program Studi yakni Bisnis Digital (S1) dan Manajamen Informatika (D3),” jelas Dadang.(*/b). 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments