Mahasiswa KKN IAIH Pancor Pasangan Reflektor di Titik Gelap Jalan Desa Sapit

Published:

Lombok Timur, barbareto.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor Kelompok 10 memasang reflektor atau yang disebut dengan “mata kucing” dibeberapa titik gelap sepanjang jalan di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Hal tersebut menjadi salah satu Program Kerja (Proker) dari Mahasiswa, yang dimana tujuannya ialah untuk meminimalisir kecelakaan berkendara akibat tidak adanya pencahayaan yang memadai di jalur tersebut.

“Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi geografis desa yang memiliki banyak tikungan tajam dan minim penerangan jalan. ​Suasana tenang di Desa Sapit kini sedikit berbeda dengan hadirnya deretan pemantul cahaya yang siap memandu para pengendara,” jelas Haris surya Apriandi, saat ditemui disela-sela kesibukannya memasang reflektor kemarin. (15/3/2026)

Menurutnya, bagi masyarakat setempat maupun pendatang, melintasi jalanan di Desa Sapit saat malam hari seringkali menjadi tantangan tersendiri. Tanpa cahaya yang cukup, tikungan tajam dan diapit oleh tebing atau lembah bisa menjadi jebakan yang membahayakan nyawa.

“Program kerja ini tidak muncul begitu saja di atas meja diskusi. Para mahasiswa turun langsung melakukan observasi lapangan, merasakan sendiri bagaimana pekatnya malam menyelimuti jalur-jalur utama desa,” sambung pria yang karib disapa Ayes itu.

Baca Juga :  Harta Kekayaan Calon Penjabat Bupati Lombok Timur

Dari hasil penyaringan berbagai rencana program, kata Ayes, pengadaan reflektor jalan akhirnya diputuskan sebagai prioritas utama yang harus segera dieksekusi demi kemaslahatan masyarakat luas.

“Pemasangan reflektor jalan ini kami inisiasi melalui hasil observasi di lapangan. Setelah menyaring beberapa program kerja, kami menilai bahwa pengadaan reflektor jalan ini adalah yang paling mendesak di antara yang lain,” papar Mahasiswa dari kampus yang dipimpin TGB itu.

Lebib lanjut, Ia mengatakan urgensi ini didasari oleh keinginan untuk menekan angka kecelakaan akibat jarak pandang yang terbatas. Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong dengan penuh ketelitian.

“Setiap titik penempatan dipilih secara strategis, terutama pada sudut-sudut tikungan yang paling buta (blind spot). Dengan adanya alat ini, lampu kendaraan akan memantul kembali ke mata pengendara, memberikan petunjuk visual yang jelas mengenai arah jalan jauh sebelum mereka mencapai tikungan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Wabup Rumaksi Lepas Pawai Taaruf STQ Kelayu Jorong

​ia berharap benda kecil yang bercahaya ini bisa mrminimalisir angka kecelakaan berkendara akibat kurangnya cahaya lampu di titik jalan yang gelap.

“Harapannya tentu agar setiap pengendara yang melintas di jalanan yang gelap di Sapit setidaknya dapat melihat jalur yang akan dilewati dari jauh,” tambahnya.

Dengan begitu, lanjutnya, refleks pengendara bisa lebih terjaga dan kecepatan kendaraan dapat disesuaikan lebih dini sebelum memasuki area berbahaya.

Inisiatif dari mahasiswa KKN IAIH Pancor ini, diklaim mendapat apresiasi positif dari warga Desa Sapit.

“Langkah kecil namun berdampak besar ini menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat tidak harus selalu berupa bangunan fisik yang megah, melainkan solusi tepat guna yang menyentuh aspek paling mendasar dari kehidupan sehari-hari, yakni keamanan dan keselamatan,” tutupnya. (gok)

Febriga Rifky
Febriga Rifky
Febriga Rifky adalah Pemimpin Redaksi Barbareto. Ia bertanggung jawab atas kebijakan redaksional, pengawasan isi pemberitaan, serta memastikan seluruh produk jurnalistik Barbareto memenuhi standar etika jurnalistik dan Pedoman Media Siber.

Related articles

Recent articles