Ny. Putri Koster Dampingi Ketum Jalasenastri dalam Pameran IKM Bali Bangkit

0
121
Ny. Putri Koster Dampingi Ketum Jalasenastri dalam Pameran IKM Bali Bangkit
Foto: Ny. Putri Koster Dampingi Ketum Jalasenastri dalam Pameran IKM Bali Bangkit

BARBARETO.com | Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster memaparkan sejumlah metode sebagai upaya membangkitkan perekonomian Bali pada masa pandemi Covid-19 kepada Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono serangkaian kunjungannya di Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 4, di Ksirarnawa Taman Budaya Art Center – Denpasar, Rabu (11/5).

Istri dari Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono ini memberikan acungan jempol terhadap ide dan gagasan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster.

“Salut sekali dengan Ketua Dekranasda Provinsi Bali yang mampu menggerakkan perekonomian Bali ditengah pandemi Covid-19. Pokoknya bagi masyarakat Bali yang datang ke sini pasti tidak akan menyesal, karena banyak pilihan dan harganya juga terjangkau,” ucapnya.

Baca juga : Ny. Putri Koster Gaungkan “PAAREDl” Sebagai Penggerak PKK Provinsi Bali

Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa dengan dukungan Gubernur Bali, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggandeng perajin Bali untuk turut serta melaksanakan pameran hasil kerajinan tangannya di areal art center ini.

“Tempat ini ramai dikunjungi masyarakat Bali, selain memiliki lokasi yang strategis art center juga saat ini menjadi tempat berpameran untuk perajin Bali secara gratis. Pameran dapat dilakukan dengan offline (langsung ditempat) dan juga secara online dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pemasarannya, yakni melalui marketplace ‘balimall.id‘, sehingga memudahkan bagi pembeli yang tidak sempat datang langsung untuk melihat homemade dan langsung memesan jika tertarik,” terang Ketua Dekranasda Bali.

Pameran IKM Bali Bangkit dilaksanakan secara berkelanjutan dengan maksud untuk menguatkan pasar lokal, sehingga saat bumi sudah kembali puluh dari pandemi Covid-19 maka perajin tidak akan tergantung pada aktivitas eksportir lagi. (*/b)