Jumat, April 12, 2024

Pemprov NTB Bekerjasama Dengan UNICEF Luncurkan Inovasi Pemantau Kesehatan Bayi

barbareto.com | Kasus kelahiran bayi bermasalah salah satunya karena kurangnya pengetahuan memadai masyarakat tentang tindakan atau perlakuan khusus pasca melahirkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bekerjasama dengan UNICEF meluncurkan inovasi sistem pemantauan kesehatan bayi lahir.

Selain buku KIA (kesehatan ibu dan anak) yang telah dikenal masyarakat, sekarang dilengkapi formulir pendataan dan langkah langkah pemantauan yang lebih sistematis berbentuk tabel perkembangan dan masalah yang dihadapi.

Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., berharap inovasi pemantauan kesehatan bayi baru lahir ini dapat diketahui oleh masyarakat melalui kerja kolaboratif.

Hj. Niken Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc.
Hj. Niken Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc.

“Di satu sisi, fasilitas kesehatan terutama di pelosok masih terbatas tapi di sisi lain, perilaku masyarakat tentang kurangnya pengetahuan bisa diintervensi melalui Dasawisma PKK dan lembaga lain,” ujar Bunda Niken di Hotel Aston dalam kegiatan sosialisasi inovasi pemantauan kesehatan bayi, Kamis (20/01).

Baca juga : DPMD Lotim Bersama Mitra Samya dan Unicef Gelar Rakor Untuk Meningkatkan ODF

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hamzi Fikri mengatakan, angka kematian bayi 0 sampai 11 bulan dari 1.000 kelahiran di NTB terus menurun sejak 2007 (57%) namun belum mencapai target SDGs 23 persen.

“Penyebab terbesar karena berat badan kurang dan aneksia atau kekurangan oksigen. Dan intervensi sebenarnya sudah dilakukan sejak remaja. Tinggal konsistensi pelaksanaannya,” jelas dr. Fikri.

Sistem pemantauan selama 30 hari pertama ini detail mencatat perkembangan bayi dan telah diujicobakan di Lobar, Lotim dan delapan Provinsi lain.

Sementara perwakilan UNICEF, Yudistira Yewangoe mengatakan, kemampuan dan pengetahuan pemantauan ini sangat penting di tengah pandemi.

“Karena dalam prosesnya juga dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi. Harapannya, NTB bisa melakukan praktik baik terkait sistem pemantauan ini,” kata Yudistira.

Hadir dalam sosialisasi, kader Posyandu se-Kabupaten/Kota, Puskesmas se-NTB dan kader organisasi Pita Putih Indonesia.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments