Tahun 2021 Ketimpangan Gender di Lotim Menurun

0
193
Tahun 2021 Ketimpangan Gender di Lotim Menurun
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menerima kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Bintang Puspayoga

barbareto.com | Indeks ketimpangan gender di Lombok Timur tahun 2018 mencapai angka 0,42. Berdasarkan rilis BPS angka tersebut turun menjadi 0,299 pada tahun 2021.

Hal tersebut, menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik bermakna semakin kecilnya ketimpangan antara laki-laki dan perempuan di daerah ini.

Diungkapkan dalam sambutan ketika menerima kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Bintang Puspayoga hal tersebut bukan semata karena kerja Pemerintah mengimplementasikan salah satu target RPJMD 2018-2023, melainkan juga sebagai hasil kerja bersama semua pihak.

Sekda menyebut keterlibatan organisasi atau lembaga Swadaya yang fokus pada persoalan perempuan sangat membantu Pemda mewujudkan hal tersebut.

Kunjungan kerja Menteri PPPA yang berlangsung Senin (7/3) di desa Labuhan Lombok tersebut menurut Sekda menjadi penyemangat, khususnya agar Pemda fokus pada 13 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di daerah ini, yang diharapkan dapat semakin menekan ketimpangan gender.

Baca juga : BARBARETO.COM Mengucapkan Selamat Hari Perempuan Internasional 2022

Tak lupa Sekda Juaini juga meminta dukungan dan kerja sama semua pihak, termasuk oraganisasi dan lembaga non pemerintah yang hadir pada kesempatan tersebut dan telah bekerja sama dengn Pemda Lombok Timur.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga menekankan pentingnya implementasi atas penandatanganan komitmen bersama pada kesempatan tersebut.

Diingatkannya pentingnya perwujudan 10 indikator desa ramah perempuan dan peduli anak di 13 desa model yang sudah disepakati.

Diharapkan dengan memulai dari desa berbagai persoalan terkait isu perempuan dan anak yang disebutnya multisektoral serta sangat kompleks dapat terurai dan diselesaikan.

Diharapkan pula model desa tersebut dapat direplikasi oleh desa lainnya di daerah ini. Dengan begitu berbagai persoalan seperti perkawinan anak, kekerasan dalam rumah tangga dan persoalan lainnya dapat terus diminimalisasi.

Menteri Bintang juga mengingatkan kebijakan mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak dapat memanfaatkan dana desa.

Ia juga mengingatkan untuk memaksimalkan dana alokasi khusus (DAK) non fisik yang serapannya masih tergolong rendah di Lombok Timur.

Adapun 13 desa yang dinobatkan sebagai desa ramah perempuan dan peduli anak adalah Labuhan Lombok, Terara, Montong Betok, Lenek Kalibambang, Loyok, Menceh, Gereneng Timur, Jerowaru, Paremas, Pandan Wangi, Wakan, Sukaraja, dan Borok Toyang.

Pada kegiatan tersebut selain menggelar dialog ditandatangani pula komitmen bersama 13 desa ramah perempuan dan peduli anak oleh para Kepala Desa dan Perwakilan CSO yang disaksikan oleh Menteri PPPA, Sekda, dan Kadis P3AKB.

Usai acara Menteri beserta rombongan meninjau display produk Sekolah Perempuan dan selanjutnya bertolak ke Sekolah Perempuan Murah Hati di Aikmel.