TGH Hudatullah Ungkap Keutamaan 10 Muharram

TGH Hudatullah Ungkap Keutamaan 10 Muharram

BARBARETO.com | Masih dalam suasana tahun baru Islam 1444 Hijriah, pengajian rutin bulanan ASN lingkup kantor Bupati Lombok Timur mengangkat tema bulan Muharram dan keutamaannya.

Pengajian minggu pertama Jumat (5/8) yang berlangsung di Masjid Kantor Bupati tersebut disampaikan TGH. Hudatullah. Tampak di antara jamaah Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy yang menyimak.

Pada penyampaiannya Tuan Guru Hudatullah mengisahkan sejumlah peristiwa penting yang dialami para nabi pada 10 Muharram.

Peristiwa penting pertama adalah bertobatnya Nabi Adam AS kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya.

Peristiwa berikutnya adalah berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan. Banjir ini juga menenggelamkan putra Nabi Nuh Kan’an.

Baca juga: Pengajian Rutin ASN, TGH Ishak Abdul Ghani Ingatkan 4 Waktu dan 7 Zikir

Yang tersisa kemudian adalah umat nabi Nuh sebanyak 80 orang yang selanjutnya menyebar dan berkembang sampai sekarang. Karena itu pula Nabi Nuh, terang Tuan Guru Hudattullah, disebut juga sebagai Adam yang ke-2.

Terjadi juga pada 10 Muharram adalah selamatnya Nabi Ibrahim AS dari siksa Namrud, ketika hendak dibakar. Demikian pula dengan pembebasan Nabi Yusuf AS dari penjara Mesir akibat fitnah dari Zulaikha, Istri Menteri Keuangan Mesir Qiftir.

Nabi Yunus AS berhasil keluar dengan selamat dari perut ikan paus yang menelannya, setelah tinggal di dalam perut ikan tersebut selama 40 hari. Peristiwa tersebut juga terjadi pada 10 Muharram. Pun dengan kesembuhan Nabi Ayyub AS dari penyakit kulit yang langka.

Nabi Musa AS juga memiliki kisah yang berakhir baik pada 10 Muharram, ketika nabi dan umatnya, kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Nabi Musa dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka.

”Sebagai rasa syukur umat Nabi Musa melaksanakan puasa pada 10 Muharram,” jelas Tuan Guru.

Umat Islam juga melaksanakan puasa pada 10 Muharram atau yang dikenal sebagai puasa Asyura. Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lepas. Akan tetapi untuk membedakan dengan kaum Nabi Musa sebaiknya dilakukan pula puasa sehari sebelum dan sesudahnya.