Triwulan Pertama, Baznas Lotim Klaim LKSA Masih Menjadi Prioritas Santunan

0
137
Triwulan Pertama, Baznas Lotim Klaim LKSA Masih Menjadi Prioritas Santunan
Foto : Sekretaris Baznas Lotim, Nurul Hadi.

barbareto.com | Pada Triwulan pertama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berhasil mengumpulkan ZIS kisaran di atas Rp. 2 miliar dari target yang diberikan Pemerintah Daerah yang menargetkan Rp. 25 miliar per tahun, sama dengan target di tahun sebelumnya.

Sekretaris Baznas Lotim, Nurul Hadi menjelaskan, setiap ZIS (Zakat, Infaq dan Shadaqah) yang masuk tersebut akan langsung di salurkan kepada warga yang berhak menerimanya.

“Tapi yang sekitar Rp. 2 miliar itu sudah mulai tersalurkan langsung kepada yang berhak menerima,” jelasnya Senin (11/03/2022).

Lanjut Hadi, pengeluaran terbanyak adalah masih pada santunan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau Panti Asuhan se-Lombok Timur.

Penyalurannya melalui Program Bantuan Konsuntif untuk Yatim Piatu dan anak terlantar yang sudah terdaftar di Baznas. Dengan rincian pengeluaran sekitar 276 juta per bulannya selama 2 bulan pertama.

Rincian penyaluran tersebut belum termasuk anak yatim yang ada di luar Panti Asuhan yang meminta santunan melalui lembaga-lembaga yang ada.

“PA itu sekitar Rp. 267 juta per bulan, belum lagi yang di luar Panti,” imbuhnya.

Sementara itu, selama ini untuk mengakomodir permintaan di luar PA tetap bergantung pada jenis yang di usulkan di proposal sebagai inisiatif dari masing-masing lembaga keagamaan yang peduli terhadap keberadaan anak-anak terlantar dan yatim piatu yang ada di desa mereka.

“Selama mereka itu di data, maka kami di Baznas pasti membantu sesuai ketersediaan dana yang ada. Sesuai tema kita yaitu Baznas tetap hadir membantu mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga : BAZNAS Kabupaten Lombok Timur Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1443 Hijriah

Hingga saat ini, Panti Asuhan yang berada dibawah binaan Baznas Lombok Timur ada 109 tersebar di semua Kecamatan.

“Saat ini ada 109 PA yang memang rutin memberikan laporan ke kita dengan lebih dari 3.000 anak asuh. Itu yang kita prioritaskan,” rincinya.

Masih kata Sekretaris Baznas, meski pemasukan Baznas terbilang besar namun seimbang juga degan jumlah yang di keluarkan lewat masing-masing item yang ada.

Untuk pengeluaran yang banyak ada pada bulan-bulan yang padat dengan kegiatan keagamaan salah satunya bulan Ramadhan. Maka jumlah santunan pun terbilang cukup tinggi.

Lebih jauh di sampaikannya untuk sumber penghasilan yang dominan masuk ke Baznas adalah masih dari zakat propesi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan ZIS pribadi atau perorangan.

Kedepan Baznas juga berencana untuk mengadakan sosialisasi untuk ZIS kepada para petani yang ada di Lombok Timur. Tujuannya agar para petani bisa menyalurkan zakat terarah kepada orang yang benar-benar tarmasuk dalam kategori penerima Zakat.

Namun, tentunya melalui komunikasi dan sosialisasi di awal agar terbangun sinergitas pemahaman antara petani sebagai pemberi dan Baznas sebagai penerima dan penyalur.

“Untuk penghimpunan itu, Baznas pusat memberikan keluasan kepada Baznas di masing-masing daerah untuk beronovasi. Nah, kita kedepan itu inovasinya,” tutupnya.