BARBARETO – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Laskar Sasak menggelar aksi konstitusional di sejumlah titik strategis di Kota Mataram, NTB. Senin, 19 Januari 2026. Selain menyatakan dukungan terhadap program kerja Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, massa menuntut penguatan ruang publik dari sebaran berita hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.
Massa mulai berkumpul di kawasan Malomba sejak pukul 08.00 WITA sebelum bergerak melakukan long march menuju Markas Kepolisian Daerah (Polda) NTB, Kejaksaan Tinggi NTB, dan berakhir di Kantor Gubernur NTB.
Ketua Umum DPP Laskar Sasak, Lalu Muhammad Ali Sadikin, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk pengawalan masyarakat sipil terhadap stabilitas daerah.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub.Int. dan pasangannya.
“Kami hadir untuk mengawal program-program strategis pemerintah provinsi agar berjalan sesuai rencana. Namun, hal itu hanya bisa tercapai jika situasi daerah kondusif, bebas dari provokasi dan ujaran kebencian,” ujar Ali Sadikin di sela-sela aksi.
Menjaga Kondusivitas Daerah dari Berita Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial
Aliansi Laskar Sasak secara spesifik menyoroti maraknya penyebaran informasi palsu atau berita hoaks dan ujaran kebencian di media sosial yang dinilai dapat memecah belah masyarakat NTB.
Dalam orasinya di depan Kantor Gubernur, mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bersikap tegas terhadap oknum yang sengaja menyebarkan narasi atau ujaran kebencian terhadap pemerintah.
Menurut Ali Sadikin, dukungan konstitusional ini penting untuk memastikan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap berada pada koridor yang sehat dan tidak bersifat destruktif.
”Menjaga NTB adalah tanggung jawab bersama. Kami menolak segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum. Laskar Sasak berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan sosial di Bumi Gora,” tambahnya.
Aksi yang melibatkan seribuan orang tersebut berjalan tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Di akhir aksi, perwakilan massa menyampaikan dokumen pernyataan sikap kepada pihak pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan daerah.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar Jalan Pejanggik dan area perkantoran Gubernur NTB yang sempat padat kembali berangsur normal seiring dengan pembubaran massa secara teratur.

