Selong – Sebuah dapur program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, di rusak oleh sejumlah warga pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 20.00 WITA.
Aksi tersebut dipicu oleh polemik penetapan lokasi pembangunan dapur yang disebut berada di atas tanah wakaf milik masyarakat. Lahan itu diketahui berada di sekitar area MA UF NW Paok Lombok, Kecamatan Suralaga.
Sejumlah warga mengaku keberatan karena tanah yang digunakan merupakan wakaf yang dihimpun dari iuran masyarakat untuk kepentingan pendidikan.
Mereka mempertanyakan kejelasan izin serta proses pengambilan keputusan atas pemanfaatan lahan tersebut untuk dapur program MBG.
Ruang Kelas Berubah Jadi Dapur Program MBG
Tak hanya soal status lahan, warga juga menyoroti perubahan fungsi tiga ruang kelas yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Ruangan tersebut disebut dialihkan untuk mendukung operasional dapur program MBG.
Salah seorang warga, Haris, mengatakan bahwa aksi perusakan terjadi setelah protes yang sebelumnya disampaikan kepada pihak yayasan tidak membuahkan hasil.
“Tanah ini adalah tanah wakaf yang berasal dari sumbangan masyarakat untuk pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat meminta agar tiga ruang kelas yang telah diubah fungsinya dapat dikembalikan seperti semula agar siswa bisa kembali menggunakannya untuk belajar.
“Kalau untuk usaha atau bisnis, sebaiknya menggunakan lahan pribadi, bukan tanah wakaf milik masyarakat,” tegasnya.


