Lombok Timur, barbareto – Kegiatan sosialisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) wilayah selatan di kantor Desa Kotaraja Kecamatan Sikur berakhir tanpa hasil.
Pertemuan tersebut terpaksa di akhiri, karena ratusan masyarakat Desa Kotaraja yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut tidak dapat menerima alasan apapun yang di sampaikan Pemerintah Daerah terkait pembangunan SPAM wilayah selatan tersebut.
Keadaan sempat memanas saat sesi dialog dengan perwakilan masyarakat yang di pimpin Sekda Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik.
SPAM Wilayah Selatan, Air Mata Bagi Masyarakat Kotaraja
Salah Satu perwakilan warga Desa Kotaraja, Muslihin dalam pertemuan tersebut secara tegas menyampaikan penolakannya.
Ia menyampaikan, meskipun sumber air yang gunakan dalam SPAM tersebut adalah air permukaan, namun air permukaan dari sungai ini banyak di aliri dari mata air di wilayah hulu.
Muslihin mengatakan, Meskipun program SPAM ini bermanfaat bagi masyarakat di Selatan. Namun proyek tersebut juga sangat berdampak bagi masyarakat di Kotaraja.
Ia melanjutkan, memang benar di daerah hulu terdapat banyak pohon yang menyimpan air, namun karena pengaruh globalisasi, masyarakat hulu juga sangat kekurangan air saat ini.
“Tidak jarang kita jumpai para pekasih ribut gara-gara memperebutkan air untuk mengairi lahan para petani. Itu tanda bahwa walaupun kami berada di wilayah hulu, namun kita kekuarangan air,” ujarnya.
Masih kata Muslihin, Masyarakat mungkin tidak akan menolak program SPAM tersebut jika tidak banyak sumber air yang telah di manfaatkan. Namun kenyataannya, sudah banyak aliran pipa air yang di aliri ke selatan yang melewati kotaraja.
“Mungkin saat ini kami masih bisa menikmati air saat ini. Tapi bagaimana dengan anak cucu kami nantinya?,” imbuhnya.
Ia menyayangkan, sosialisasi SPAM wilayah selatan di Kotaraja baru di laksanakan ketika material dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) telah mulai di bangun.
Kepala Desa Kotaraja, Lalu Supiandi juga menyayangkan pengerjaan SPAM di wilayahnya tanpa adanya sosialisasi sebelum mulai di kerjakan.
Ia menegaskan, proyek SPAM tersebut jangan sampai menghasilkan mata air di wilayah selatan namun menjadi air mata bagi masyarakat Kotaraja.
SPAM Wilayah Selatan akan Mengairi 15.000 Rumah
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dewanto Hadi dalam pertemuan tersebut mengatakan. Proses pengerjaan proyek SPAM telah di mulai dua tahun yang lalu dengan tahapan proses perencanaan. Identifikasi sumber air dan pada tahun 2023 telah di nyatakan layak untuk dibangun oleh pemerintah.
Proyek tersebut, terang Dewanto, akan mengairi 15.000 rumah dengan saluran pipa sepanjang 43 Km yang melewati enam kecamatan yakni, Sikur, Masbagik, Sakra, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru.
“Proyek ini akan di nikmati mengaliri 15.000 rumah. Jika dalam satu rumah terdapat lima orang, maka akan dapat di nikmati 150 ribu jiwa,” ujarnya.
Dewanto menyatakan, akan menyerap aspirasi masyarakat dan pemanfaatan air untuk petani menjadi prioritas serta menjamin air untuk persawahan tidak terganggu.
“Kami tetap memperhatikan dampaknya bagi masyarakat dan bapak bupati mengingtkan agar program ini jngan sampe mengganggu aktivitas masyarakat,” terangnya.
Follow kami di Google News