Jumat, April 12, 2024

Dua Bersaudara Asal Selong Sukses Kelola Bisnis Secara Mandiri

Dua Bersaudara Asal Selong Sukses Kelola Bisnis Secara Mandiri

barbareto.com | Lombok Timur – Dua pemuda bersaudara asal Lingkungan Karang Anyar, Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Lombok Timur sukses mengelola bisnis telur ayam secara mandiri. Kedua saudara itu bernama M. Zainul Mukhlisin dan Rahmatul Islam.

Bisnis telur yang sudah ditekuni oleh kedunya sudah berlangsung selama 10 tahun, terhitung dari semenjak mereka memulai bisnisnya pada tahun 2011 yang lalu.

Diakui oleh Rahmatul Islam, awalnya Ia dan saudaranya itu hanya iseng-iseng menjual telur ayam untuk mengisi kekosongan waktu, seusai pulang belajar dari sekolahnya.

“Awalnya dulu cuman keliling-keliling anter telur saja, tapi Alhamdulillah saat ini kami bisa membuat tempat yang sederhana ini,” ucap pria yang akrab disapa Met itu ketika ditemui barbareto.com di kios kecil miliknya. (17/6/21)

Dua Bersaudara Asal Selong Sukses Kelola Bisnis Secara Mandiri

Kendati Ia tak mau menyebutkan omsetnya, namun faktanya bisnis yang digelutinya itu sudah berlangsung selama 10 tahun. Artinya, perputaran uang yang dihasilkan oleh mereka berdua membuktikan arus keuangan yang positif.

“Keuntungan sih nggk seberapa, tapi Alhamudlillah perputaran usaha kami tetap berjalan,” tuturnya.

Met mengatakan, hingga saat ini mempunyai pelanggan tetap yang berasal dari Selong. Adapun telur yang dijualnya ada tiga jenis ukuran, yaitu ukuran kecil, ukuran sedang dan ukuran besar.

“Yang satu trai kecil itu biasanya kami jual dengan harga 38 ribu, yang satu terai sedang 40 ribu, kemudian yang satu terai besar 45 ribu,” ungkapnya.

Kios kecil yang menjadi tempat usahanya saat ini melayani pembeli setiap hari, bahkan sampai malam. Karena kios tersebut juga berdekatan dengan kediamannya.

“Kami buka setiap hari, kecuali kalau hari jumat itu sampai jam 11 saja,” ketusnya.

Ia juga menjelaskan, saat ini harga telur sedang mengalami penurunan. Walapun pembeli selama ini melihat harga telur ayam selalu stagnan, namun penurunan harga telur disebabkan karena harga pakan yang semakin hari semakin naik.

“Kalau kami melihatnya dari harga pakan, kalau harga pakan naik maka harga telur turun. Namun kalau harga pakan nurun, maka harga telur naik,” jelas Met. (gok)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments