Selasa, Mei 21, 2024

Jadi Kabupaten dengan Kecepatan Realisasi Belanja, Pemda Lotim Ketiban Durian Runtuh

Selong – Realisasi APBD tahun 2023 Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur sampai dengan tanggal 16 November baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi belanja memiliki capaian yang bervariasi, dengan rincian sebagai berikut.

Yang pertama, untuk pendapatan daerah yang dianggarkan sebesar Rp. 3,133 Triliun lebih sudah terealisasi sebesar Rp. 2,466 Triliun lebih, atau setara 78,69 persen. Angka tersebut, kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Timur H. Hasni, S.E., M.Ak., terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan capaian realisasi Rp. 309,406 Miliar.

“Kemudian dari dana transfer pusat sebesar Rp.2,145 Triliun lebih, atau 87,45 persen,” papar H. Hasni ketika dikonfirmasi Barbareto.com, Jumat (20/11/2023).

Dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, lanjut dia, sudah terealisasi sebesar Rp. 10,9 Miliar dari anggaran sebesar Rp. 27,6 Miliar. Khusus untuk dana transfer yang bersumber dari DAU yang tidak diarahkan sudah diterima sampai bulan November. Sedangkan untuk DAU yang diarahkan penggunaannya sudah terealisasi 100 persen.

Sedangkan capaian realisasi untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, lanjut dia lagi, sampai saat ini telah dilaporkan seluruhnya ke Pemerintah pusat, kecuali hanya tinggal satu bidang di salah satu OPD yang saat ini tengah berproses.

“Hanya tinggal satu bidang saja yang belum, tapi saat ini sedang berproses di lapangan. InsyaAllah pekan depan sudah bisa kita laporkan. Sehingga khusus untuk dana dari pusat, by laporan saya kira tinggal itu saja. Termasuk sangat baik realisasinya,” ujarnya.

Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah bersumber dari hibah Upland yang dilaksanakan oleh dinas pertanian masih direimburse pembayarannya. Berdasarkan informasi yang ia terima, bahwa item tersebut akan direalisasikan pada pekan pertama bulan Desember, meski tidak semuanya.

Salah satu yang kemungkinan tidak terealisasi di dinas pertanian, sebut dia, adalah bantuan modal dalam bentuk pinjaman kepada petani yang mengelola Upland yang saat ini sedang dibuatkan formula oleh Pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian.

Sementara dana bagi hasil transfer daerah dari Provinsi, juga telah diterima oleh Pemda Lombok Timur sampai triwulan ketiga dari anggaran sebesar Rp. 151,4 Miliar, sudah terealisasi senilai Rp. 112,5 Miliar yang didalamnya terdiri dari pajak rokok, pajak kendaraan bermotor, dan DBHCHT.

Adapun dari sisi belanja, dari anggaran sebesar Rp. 2,9 Triliun sudah terealisasi sebesar Rp. 2,121 Triliun setara 71,97 persen, terdiri dari belanja operasi sebesar Rp. 1,580 Triliun yang mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja bunga, subsidi, hibah, dan bantuan sosial yang realisasinya mencapai 73,67 persen dari anggaran Rp. 2,145 Triliun sudah terealisasi Rp. 1,580 Triliun.

Sedangkan belanja modal yang banyak dibentuk oleh dana DAK Fisik, sudah terealisasi sebesar Rp. 190,4 Miliar. Kemudian belanja tak terduga sudah terealisasi hampir Rp. 3 Miliar dari anggaran Rp. 5 Miliar.

“Sedangkan yang terbaik realisasi kita ini ke pemerintah desa, dia di atas rata-rata belanja daerah yang mencapai 71,79 persen. Sedangkan ke pemerintah desa ini sudah mencapai 81,25 persen dari anggaran 420,9 Miliar sudah terealisasi 341,9 Miliar,” paparnya.

Dari semua capaian realisasi itu, Pemda Lombok Timur termasuk salah satu kabupaten di Indonesia yang bak pribahasa mendapatkan durian runtuh, karna mendapatkan insentif dari Pemerintah pusat sebesar Rp. 5,9 Miliar. Insentif itu atas penilaian kecepatan realisasi belanja.

“Itu artinya dari sisi belanja kita sangat cepat, dibuktikan dengan saldo kas kita yang tidak terlalu banyak di kas daerah. Karna ditengarai oleh pemerintah pusat, terlalu banyak dana-dana di kas daerah ini yang menganggur, kemudian didepositokan oleh daerah,” terangnya.

Sedangkan Pemda Lombok Timur realisasi belanjanya sangat cepat yang salah satunya adalah pembayaran pinjaman di Bank NTB yang sudah dibayarkan 100 persen. Kemudian di PT SMI, yang juga sudah dibayarkan sampai bulan November. Hal itu menjadi catatan penting Pemerintah pusat yang kemudian mengganjar Pemda Lotim dengan dana insentif.

Follow kami di Google News

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments