Komitmen Penuhi Hak Masyarakat Yang Termarjinalkan, LRC Teken MoU Dengan DPRD Lotim

0
224
Komitmen Penuhi Hak Masyarakat Yang Termarjinalkan, LRC Teken MoU Dengan DPRD Lotim
Foto: LRC Teken MoU Dengan DPRD Lotim

BARBARETO.com | Lombok Research Center (LRC) bersama DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menandatangani Merandum of Understanding (MoU) Program Inklusi yaitu Program Kemitraan Australia Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) DPRD Kabupaten Lombok Timur, Rabu (22/06/2022).

Direktur LRC, Suherman pada kesempatan tersebut menjelaskan, program Inklusi merupakan dukungan serta kemitraan pemerintah Australia untuk Indonesia demi menuntaskan kesetaraan gender, disamping pemberdayaan perempuan.

Dimana komitmen utama yang dibangun pada program tersebut adalah bagaimana mengembalikan hak-hak perempuan yang termarjinalkan, pelayanan sosial dan pemulihan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

“Hadirnya program Inklusi ini untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat yang termarjinalkan,” jelas Suherman.

Baca juga: Menuju Masyarakat Inklusif bersama Program INKLUSI 

Program Inklus lanjut Herman, sebelumnya sudah dilaksanakan di 7 daerah kawasan Timur Indonesia yang termasuk di dalamnya Kabupaten Lombok Timur, karenanya dengan meneken tersebut MoU, pihaknya memiliki dasar legalitas yang menjadi acuan untuk menjalankan kegiatan di Lombok Timur.

“Kegiatan ini difokuskan di kawasan timur Indonesia, dan akan terus berlanjut sampai hak-hak masyarakat terpenuhi,” paparnya.

Sementara itu, Direktur eksekutif Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI), Lusia Palulunga menyebutkan, program ini diupayakan untuk pemerataan pembangunan yg lebih luas, terlebih BaKTI berfokus pada pertukaran pengetahuan tentang program pembangunan di kawasan timur Indonesia, yang juga berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat.

“Kami hadir dari hal terkecil, sehingga sesuai dengan nama program, kami mengupayakan masyarakat yang inklusif,” ujarnya.

Ditempat yang sama Ketua DPRD Lotim, Murnan menyebutkan, dipilihnya Lotim karena daerah paling banyak masalah dengan penduduk paling besar, sementara anggaran yang diberikan tidak memadai dengan jumlah masalah.

“Fokus program ini sangatlah tepat, jika kita berkaca dari banyaknya masalah yang ada di Lombok Timur,” terangnya.

karenanya sebagai wakil rakyat, dirinya menekankan hal yang paling penting adalah bagaimana program ini berkelanjutan serta memiliki sinkronisasi dengan program Pemerintah Lombok Timur, dan tidak tumpang tindih.

“Program ini sangat kami dukung, khususnya pada masyarakat yang termarjinalkan, mudah-mudahan teman-temann NGO tidak bosan menggaungkan hak-hak rakyat terpinggirkan,” pungkasnya.