Verification: 6d292c29a6f70042

Home / Mataram

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 18:12 WIB

PDIP NTB Laporkan KH Achmad Zen ke Polda NTB

Mataram – Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPD PDIP NTB melaporkan KH Achmad Zen ke Polda NTB, Jumat (12/8). Pengaduan dengan nomor 01/EX/BBHAR-DAERAH/ NTB/2022 tersebut diterima Kantor Satelit Investigasi Kejahatan Dunia Maya atau Cyber Crime Investigation Satellite Office Polda NTB.

“Pengaduan ini kami lakukan ke Polda NTB karena apa yang disampaikan oleh KH Achmad Zen dalam video ceramahnya termasuk bentuk penyimpangan sejarah dan berita tidak benar atau berita bohong,” kata Ketua BBHAR DPD PDIP NTB, Suhaimi sesaat usai pelaporan diterima secara resmi Polda NTB.

Sekretaris DPD PDIP NTB, H. L. Budi Suryata dan Pengurus DPD PDIP NTB, H. Ruslan Turmuzi hadir secara langsung bersama Suhaimi di Polda NTB dalam pelaporan tersebut. Ketiganya menyerahkan laporan secara langsung sesuai dengan instruksi Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat.

KH Achmad Zen sendiri dilaporkan menyusul beredarnya video ceramah melalui akun media sosial YouTube. Dalam video tersebut KH Achmad Zen yang tengah duduk di tengah-tengah jamaah berbicara soal asal Pancasila. “Pancasila dari siapa? Bukan dari kesepakatan ulama. Itu buatan Soekarno, yang kemudian dijual ke umat ‘ini loh kesepakatan ulama’. Demi Allah itu bukan buatan ulama, itu pengkhianatan Soekarno. Saya tanggung jawab!,” ujarnya dalam video tersebut.

Baca juga  Wagub Rohmi Minta Fasilitas Pabrik LB3 Dibenahi

PDIP NTB Laporkan KH Achmad Zen ke Polda NTB

KH Achmad Zen kemudian membandingkan Pancasila dengan khilafah. Pertama-tama, ia menyebut khilafah berasal dari Allah. Ia menyebut syariat dan khilafah dapat menyelesaikan persoalan, sementara Pancasila tidak bisa.

Suhaimi mengatakan, dengan laporan tersebut, pihaknya meminta agar Polda NTB segera melakukan penyelidikan dan penyidikan serta memanggil KH Achmad Zen untuk memberi keterangan terhadap ucapannya dalam video.

Baca juga: Dua NW Sepakat Berdamai, Ketua Lembaga Advokasi dan Hukum NW: Itulah Kesepakatan Yang Dilandasi Niat Baik

Suhaimi menegaskan, video KH Ahmad Zen tersebut telah beredar luas di masyarakat dan bisa memicu gesekan dan gejolak sosial. Karena itu, laporan yang diajukan pihaknya bagian dari upaya mencegah agar gejolak dan gesekan sosial tersebut tidak sampai terjadi.

“Dengan pelaporan ini kami ingin persoalan ini menjadi ranah kepolisian. Soalnya, video ini sudah beredar secara luas melalui media sosial di tengah-tengah masyarakat,” ujar Anggota DPRD Lombok Tengah ini.

Dia menekankan, menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat adalah merupakan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Baca juga  Polresta Mataram Gelar Vaksinasi Untuk Tahanan

Sejauh ini, tidak banyak informasi terkait sosok KH Achmad Zen. Penceramah ini dikenal sebagai seorang ustaz di kawasan Cikampek, Jawa Barat, dan tercatat sebagai mudir atau pemimpin Pondok Pesantren Al Husna Cikampek.

Dalam laman resmi Pesantren Al Husna, pesantren ini didirikan sejak tahun 1997 di bawah naungan Yayasan Dasar el Husna. Pesantren memiliki program pendidikan terpadu selama 7 tahun. Achmad juga aktif mengunggah ceramah atau tausyiahnya di sosial media YouTube. Ia bahkan memiliki kanal YouTube sendiri bernama Ahmad Zen el Husna. Kanal YouTubenya itu mengunggah ceramah dengan berbagai tema.

Tak hanya di kanal YouTube miliknya sendiri, ceramah tersebut juga diunggah di berbagai kanal YouTube lainnya. Bila diketik dalam kolom pencarian YouTube dengan kata kunci ‘Ahmad Zen’, kerap muncul ceramahnya yang membahas soal ‘hukum mengkritik penguasa zalim dalam Islam’, ‘wajib bernegara ala nabi’, hingga membahas Islamophobia.

Sekretaris DPD PDIP NTB, H. L. Budi Suryata mengatakan, dengan pelaporan yang dilakukan pihaknya, masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya penanganan permasalahan ini kepada penegak hukum. Jangan sampai ada kelompok masyarakat mengambil tindakan yang kontraproduktif.

Share :

Baca Juga

Berita Terbaru

Opgab Perda, Pelajar Terciduk Bawa Tramadol.

Mataram

Soal Keterlambatan Shuttle Bus, Gubernur NTB: Kami Meminta Maaf

Mataram

Insan JamSyar Cabang Mataram Gemar Berbagi Kebaikan

Mataram

Danrem 162/WB Tegaskan Sinergitas TNI-Polri di NTB Solid

Mataram

Menata Ulang Peradaban Adab Kepemimpinan NTB, Rachmat Hidayat: Untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Hukum dan Kriminal

Aryanto Prametu, Terdakwa Korupsi Benih Jagung Divonis Lepas Oleh Hakim Pengadilan Tinggi NTB

Mataram

Polri Dinilai Telah Berbenah, Masyarakat Perlu Ikut Menyesuaikan

Mataram

Desa Besari di Lombok Diyakini Berada di Alam Gaib