Mataram, Barbareto – Momentum Ramadhan 1447 Hijriah menjadi ajang bagi elemen masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh nilai-nilai toleransi. Hal ini ditunjukkan oleh komunitas Teman Generasi Toleransi (TEGAR) NTB yang menggelar acara buka puasa bersama di Kota Mataram. Minggu, 8 Maret 2026.
Berlokasi di Rumah Makan Sate Rembiga Goyang Lidah, acara yang berlangsung pada hari ke-18 Ramadhan ini dihadiri oleh sekitar 100 perwakilan anggota dari berbagai kabupaten/kota di NTB. Mengusung tema “Memperkuat Toleransi dan Silaturahmi”, kegiatan ini menjadi simbol kerukunan umat beragama di wilayah yang kerap dijuluki sebagai miniatur Indonesia tersebut.
Merawat Keberagaman sebagai Anugerah
Ketua Umum TEGAR NTB, I Wayan Santiasa, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk menjadikan perbedaan suku, agama, dan ras sebagai kekuatan, bukan pemecah belah. Ia menegaskan bahwa tugas merawat toleransi adalah tanggung jawab kolektif.
“Mari kita jaga dan rawat toleransi di NTB. Karena NTB adalah miniaturnya Indonesia, di mana berbagai latar belakang suku dan agama ada di sini,” ujar Wayan di hadapan para pengurus provinsi dan kabupaten/kota.
Wayan juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus TEGAR di 10 kabupaten/kota dengan pemerintah daerah setempat. Ia berharap program-program di tingkat provinsi dapat dikolaborasikan dengan program di tingkat kabupaten/kota melalui komunikasi yang intensif dengan para kepala daerah.
Kontribusi Ekonomi dan Sosial
Tak hanya soal retorika perdamaian, TEGAR NTB menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung dalam pemberdayaan ekonomi umat. Organisasi ini berkomitmen bersinergi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat kecil menengah melalui sektor UMKM.
“TEGAR NTB siap dilibatkan dalam kegiatan sosial, budaya, lingkungan, hingga kepemudaan. Kami ingin keberadaan organisasi ini dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat luas,” tambah Wayan.
Kehadiran Tokoh Lintas Sektoral
Acara buka bersama ini menjadi semakin khidmat dengan kehadiran para tokoh dan pembina organisasi. Di antaranya adalah Pembina TEGAR NTB Anak Agung Ketut Oka, Pembina TEGAR Mataram Taufik, serta jajaran pengurus provinsi seperti Lalu Wira Swandi (Wakil I Bidang Pemberdayaan & UMKM) dan Irwan Prasetya (Wakil II Bidang Sosial Budaya).
Turut hadir perwakilan dari berbagai daerah, antara lain Ketua TEGAR Mataram Edwar, Ketua TEGAR Lombok Barat Andri, Ketua TEGAR Lombok Tengah Lalu Ihsan, Ketua TEGAR Lombok Timur Sarafudin, Ketua TEGAR Lombok Utara Samsul, serta Ketua TEGAR Sumbawa Suprianto.
Pertemuan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah, mempertegas pesan bahwa di balik perbedaan keyakinan, terdapat semangat persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah) yang kuat demi kemajuan Nusa Tenggara Barat.

