BARBARETO – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung pembangunan jembatan bailey di Dusun Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, yang sebelumnya rusak akibat banjir. Jumat, 16 Januari 2026. Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pasca bencana, mengingat jembatan perigi tersebut memiliki peran strategis sebagai akses vital untuk memulihkan mobiltas warga.
Jembatan perigi merupakan penghubung antara Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya serta menjadi jalur utama bagi anak sekolah, guru, dan akses menuju layanan kesehatan seperti Puskesmas.
Selain itu, Jembatan Perigi juga akses utama dalam pengangkutan hasil bumi warga, mulai dari jagung, srikaya, hingga komoditas lainnya. Jalur ini menopang aktivitas ekonomi masyarakat dengan perputaran yang disebut mencapai miliaran rupiah setiap tahun.
Jembatan Perigi di Bangun Menggunakan Jembatan Bailey
Setibanya di lokasi, Gubernur disambut masyarakat bersama Kepala BPBD Lombok Timur dan Kepala Dinas Sosial Lombok Timur. Saat ini, jembatan tersebut dilaporkan telah rampung dan siap digunakan.
Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa penanganan pasca banjir harus berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat secepat mungkin.
Ia menjelaskan, jembatan Perigi di bangun menggunakan Jembatan Bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter, yang dipinjam dari Pangdam IX/Udayana dengan pembiayaan mobilisasi dan pemasangan.
“Fokus kita sekarang adalah bagaimana menormalisasi kehidupan masyarakat. Jembatan Bailey ini bisa selesai cepat berkat dukungan TNI. Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB agar pengerjaannya dipercepat,” ujar Miq Iqbal.
Ia mengungkapkan bahwa material jembatan sempat berada di Jawa sehingga membutuhkan waktu mobilisasi. Pada masa darurat, warga sempat membuat akses sementara menggunakan bambu.
Namun, berkat kerja cepat lintas pihak, pembangunan jembatan perigi dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari.
Gubernur juga meminta agar segera dilakukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pembatas pengaman dan pembangunan tangga oleh BPBD Lombok Timur demi keamanan masyarakat.
Respon cepat pemerintah tersebut mendapat apresiasi warga. Sidik, warga Desa Perigi, menyampaikan apresiasinya.
“Kami tidak menyangka bisa secepat ini ditangani. Biasanya pemerintah janji, lama baru ditepati. Sekarang seperti mimpi, alhamdulillah jembatan sudah jadi. Kami sangat bersyukur,” ujarnya.

