Bupati H. Iron Tegaskan Tak Ada Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

Lombok Timur, barbareto.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menegaskan tidak ada kelangkaan gas LPG 3 Kg di wilayah Lotim.

Ia juga menyebut pihaknya tidak menemukan harga gas melon tersebut yang jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tidak ada kelangkaan dan harga LPG tetap berada di HET, kalaupun terjadi penggunaan sedikit berlebihan kemarin. Itu adalah imbas dari penggunaan kita di bulan ramadhan menjelang idul fitri,” kata Bupati yang karib disapa H. Iron itu. (25/6/2026)

Adapun, lanjutnya, faktor lain yang menyebabkan kurangnya pasokan gas tersebut dikarenakan banyaknya warga perantau yang kembali ke Lotim.

Baca Juga :  Gunakan Mobil Dinas, Sepasang Pengedar Narkoba di Bekuk Kaisar Hitam

Melihat hal demikian, Bupati menjelaskan bahwa pihak Pertamina telah menambah pasokan LPG 3 Kg untuk mengamankan kebutuhan masyarakat.

Dengan begitu, Ia meminta masyarakat tidak risau dengan adanya isu yang beredar mengenai kelangkaan tersebut.

Disisi lain, Sales Branch Manager Rayon 1 NTB PPN, Tommy Wisnu Ramdan menyampaikan, stok LPG 3 Kg dari depot dan agen masih aman. Terhitung untuk wilayah Lombok saja disalurkan 35 ribu tabung perhari.

Baca Juga :  KPK OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, Diduga Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Bahkan khusus untuk memenuhi kebutuhan hari raya idul fitri sampai dengan lebaran ketupat kali ini, pihaknya menyiapkan 250% dari alokasi harian dan pasokan tersebut rencananya akan disalurkan mulai hari ini.

“Hari ini sudah berjalan, contoh seperti di SPPBE Sikur yang biasanya menyalurkan harian sekitar 50 metric ton, hari ini sudah ter planning 80 metric ton. Mudah-mudahan siang atau sore ini distribusinya sudah selesai. Masyarakat silahkan membeli di pangkalan-pangkalan resmi Pertamina,” tandasnya. (gok)

Febriga Rifky
Febriga Rifky
Febriga Rifky adalah Pemimpin Redaksi Barbareto. Ia bertanggung jawab atas kebijakan redaksional, pengawasan isi pemberitaan, serta memastikan seluruh produk jurnalistik Barbareto memenuhi standar etika jurnalistik dan Pedoman Media Siber.
RELATED ARTICLES

Most Popular