Lombok Timur, barbareto.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menilai bahwa ada kepanikan yang berlebihan di tengah masyarakat sehingga menyebabkan kelangkaan gas LPG 3 Kg.
Dalam hal ini Bupati menyebut istilah “panic buying” yang sedang melanda warga Lotim saat ini. Dimana hal itu merupakan perilaku konsumen yang membeli barang kebutuhan dalam jumlah besar secara tiba-tiba, dipicu rasa takut kelangkaan atau kenaikan harga.
Secara tegas, Bupati yang karib disapa Haji Iron itu mengatakan tidak ada oknum pedagang yang sengaja menimbun LPG bersubsidi ini di wilayah Lotim.
“Jadi masyarakat ini, bukan ada oknum, bukan mereka bisniskan juga tidak. Kalau pendapat saya ini loh ya, jadi ini murni masyarakat yang merasa ketakutan,” jelas Bupati pada acara Tajuk Selaparang dengan tema “LPG 3 Kg langka, Bupati Menjawab”. (7/4/2026)
Ia juga menyoroti perilaku masyarakat yang membeli tidak seperti biasanya, alias membeli untuk cadangan yang akan digunakan selanjutnya, itulah yang Ia sebut sebagai penimbun pribadi.
“Ya penimbun-penimbun pribadilah” ketus Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta kepada masyarakat seharusnya membeli secara normal gas LPG 3 Kg ini. Tidak membeli secara berlebihan dengan alasan untuk digunakan sebagai cadangan.
“Sehingga mereka tidak membeli satu seperti biasanya, mereka beli tiga empat, tiga empat, dua tiga dan seterusnya. Sehinga giliran orang mau membeli, kan habis,” bebernya.
Dalam hal ini, Dia juga memperingati para pengecer supaya tidak memberikan masyarakat yang membeli secara berlebihan, atau diluar dari kebutuhannya.
“Kalau ada yang sudah membeli, jangan lagi ada anaknya, jangan lagi ada saudaranya yang disuruh beli lagi. Padahal mereka berada di satu rumah,” peringatnya.
Adapun salah satu alasan kepanikan tersebut, kata Bupati, diakibatkan oleh adanya informasi yang dilihat dan ditonton oleh masyarakat terkait perang yang sedang melanda di timur tengah. Maka menurutnya, itulah yang menjadi salah satu alasan timbulnya efek “panic buying” di tengah warga Lotim. (gok)

