Lalu Kasturi: Upland 2022 Untuk Budidaya

Lalu Kasturi: Upland 2022 Untuk Budidaya

barbareto.com | Program Upland yang dijalankan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur di klaim berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dimana pengerjaan infrastruktur kegiatan tersebut sudah mulai rampung di kerjakan.

Akan tetapi proses pada tahun 2021, Kabupaten yang melaksanakan upland belum bisa melakukan budidaya, dikarenakan adanya persyaratan tambahan dari penyandang dana, hal tersebut diutarakan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur, Lalu Fathul Kastri.

“Untuk tahun 2021 difokuskan untuk membangun infrastruktur pendukung kegiatan,” jelas Lalu Fathul Kasturi, Rabu (23/03/2022).

Kasturi menambahkan, pengerjaan infrastruktur dalam program tersebut berupa pembuatan embung, peningkatan kualitas jalan usaha tani, sumur air dangkal serta terasering.

Dari proses tersebut Distan Lotim berhasil mengembalikan 70 persen uang Daerah, sementara sisanya yang 30 persen akan di rembursement tahun ini.

“Alhamdulillah dari sekian proses yang sudah dilakukan sejak tahun kemarin, kami dapat mengembalikan 70 persen uang Daerah,” paparnya.

Baca juga : Haji Abadi : “Jangan Sakiti Petani”

Masih Kata Kasturi, target budidaya tahun 2022 sebesar 311 hektare dari total target 813 sampai 2024 mendatang.

Dengan kebutuhan benih sebanyak 217 ton, yang nantinya kegiatan tersebut di riview terlebih dahulu oleh Inspektorat sebelum di Tender di Unit Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Sekretariat Daerah Lombok Timur.

“Mudah-mudahan di pertengahan April kami bisa berkontrak dengan penyedia, agar pengerjaan segera dilaksanakan,” ujarnya.

Lebih Lanjut Kasturi menyebutkan, program tersebut memerupakan Dana Hibah yang bersumber dari Pusat kepada Daerah untuk budidaya bawang putih.

Tak sampai disitu, Lotim yang di daulat menjadi penyangga benih nasional optimis mampu menjalankan tantangan tersebut.

“Yang jelas kita siap menjadi penyangga benih untuk kebutuhan Nasional,” bebernya.

Lebih Jauh Kasturi menjelaskan, secara kelembagaan kelompok tani sudah terintegrasi dengan simultan, sehingga tervalidasi dengan baik, program Upland tersebut juga diyakini sebagai langkah pemulihan ekonomi terutama terhadap petani.

“Secara kelembagaan kelompok tani sudah terintegrasi dengan simultan, dengan demikian semoga kegiatan tersebut juga sebagai upaya pemulihan ekonomi,” pungkasnya.