Lombok Timur, barbaretodotcom – Kelangkaan Gas LPG 3 kilogram yang melanda Kabupaten Lombok Timur dalam beberapa waktu terakhir menuai kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat.
Menanggapi pernyataan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin (Bupati Iron), yang menyebutkan bahwa kelangkaan tersebut dipicu oleh adanya oknum yang melakukan penimbunan, Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lombok Timur Yogi Setiawan memberikan pernyataan sikap yang tegas.
Dalam keterangannya, Ketua Umum (Ketum) PMII Lombok Timur menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada tahap diagnosis masalah atau sekadar melempar alasan ke ruang publik tanpa dibarengi dengan langkah konkret.
“Kami memahami bahwa kondisi geopolitik global saat ini sedang tidak baik-baik saja. Konfrontasi antar kekuatan besar dunia tentu memberikan efek samping terhadap rantai pasok energi hingga ke daerah, termasuk yang kita rasakan di Lombok Timur hari ini. Ini adalah realitas makro yang tidak bisa kita pungkiri,” ujar Ketua Umum PC PMII Lombok Timur.
Namun, PMII menilai pernyataan Bupati Iron yang menuding adanya penimbunan sebagai penyebab utama kelangkaan harus dibuktikan dengan tindakan hukum yang nyata, bukan sekadar menjadi narasi untuk meredam kegelisahan warga.
“Silahkan carikan rakyat solusi!,” pungkasnya.
Sebagai pimpinan daerah, Bupati diharapkan memiliki sense of crisis yang lebih tinggi. PMII meminta pemerintah kabupaten tidak hanya fokus pada klarifikasi atau mencari kambing hitam, melainkan menghadirkan solusi mitigasi terbaik bagi rakyat
“Rakyat tidak butuh sekadar penjelasan mengapa gas itu hilang, rakyat butuh gas itu tersedia di dapur mereka dengan harga normal. Sebagai pemimpin daerah, kami meminta Bupati jangan hanya sibuk klarifikasi. Kalau memang ada penimbunan, sikat! Tapi yang lebih penting,carikan rakyat solusi! Lakukan operasi pasar, perketat pengawasan distribusi, atau cari alternatif energi lain sebagai langkah mitigasi,” tegas Yogi
PC PMII Lombok Timur akan terus mengawal isu ini hingga distribusi LPG 3kg kembali stabil. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, PMII siap mengambil langkah-langkah organisasi lebih lanjut demi membela hak-hak rakyat kecil yang terdampak langsung oleh krisis energi ini. (*)

