Tuntutan Mahasiswa Tidak Jelas
Di tempat lain, Wakil Rektor ITSKes Muhammadiyah Selong, Baharudin mengungkapkan.
Ia menilai tuntutan Aliansi Mahasiswa ITSKES Muhammadiah Selong (AMIS) dianggap tidak jelas.
“Tuntutan pelecehan seksual ini tidak jelas kejadiannya dan siapa orangnya, seharusnya yang menjadi korban pelecehan ini yang melaporkannya,” jelasnya.
Terkait tuntutan penurunan SPP, pihaknya tidak mungkin menurunkannya, karena di perguruan tinggi yang lain SPP-nya juga lebih tinggi.
“Kalau mereka yang demo ini SPP-nya 1 juta tujuh ratusan per semester,” imbuhnya.
Sedangkan tuntunya tentang Stop Ekonomi Liberal di Kampus, Wakil Rektor Baharudin menilai hal itu tidak jelas.
Karena menurutnya, secara ilmu pendidikan hal itu tidak jelas apa yang di maksud.
“Terkait tuntutan mereka tentang tegakkan pasal 31 UU 1945 dan UU no 12 tahun 2012. Itu juga tidak jelas, karena pasal mana yang kita tidak penuhi dari Undang-Undang tersebut?,” ungkapnya.
Sementara, terkait pengerusakan yang di lakukan para massa aksi pihaknya akan proses ke Kepolisian, bahkan penyegelan itu juga, ia anggap bukan kewenangan AMIS.
“Ya silahkan dia bersuara tetapi jangan merusak,” tutupnya.
Follow kami di Google News

