Budidaya Ayam KUB Binaan Kodam IX/Udayana

1
339
Budidaya Ayam KUB Binaan Kodam IX/Udayana
Foto: Babinsa di Lokasi Budidaya Ayam KUB Binaan Kodam IX/Udayana

BARBARETO.com | Serda Jidro E. Tlonaen, Babinsa Kodim 1621/TTS mengunjungi lokasi budidaya Ayam KUB di wilayah Oetimo, Kelurahan Oekefan Kecamatan Kota SoE Kababupaten Timor Tengah Selatan (TTS)

Budidaya Ayam KUB di kelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Samgar yang mendapatkan dukungan dari Kodam IX/Udayana.

“Sampai saat ini Poktan Samgar sudah membudidayakan Ayam KUB 1000,” ujar Serda Jidro E. Tlonaen.

Ayam KUB adalah Ayam Kampung galur baru hasil seleksi secara genetik oleh team peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Ayam galur baru ini dinamakan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan dan disingkat dengan Ayam KUB.

Ayam KUB diseleksi dengan tujuan untuk ayam petelur dan menjadi indukan penghasil DOC (Day Old Chicken) yang banyak untuk memenuhi kebutuhan ayam kampung.

Baca juga : Babinsa Kodim 1621/TTS Bangun Sumur Bor Program Kodam/IX Udayana

Ayam KUB menjadi lebih unggul dibandingkan dengan ayam kampung biasa. Keunggulannya adalah jumlah telur yang dihasilkan lebih banyak dan sifat mengeramnya berkurang sehingga cepat bertelur kembali.

Cara membudidayakan Ayam KUB tidak jauh berbeda dengan ayam kampung lainnya, hanya saja Ayam KUB membutuhkan pakan yang mengandung protein dan kalsium lebih tinggi untuk menunjang pembentukan cangkang telur.

“Harapan kami dengan bantuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Timor Tengah Selatan berupa mesin tetas telur, bisa meningkatkan jumlah produksi DOC sehingga kami bisa segera memenuhi permintaan para pemesan, karena pemesanan sudah lebih dari 1000 ekor,” harap Serda Jidro E. Tlonaen.

Potensi beternak Ayam KUB sangat banyak, Ayam KUB ini mampu bertelur hingga mencapai 160-180 butir per ekor per tahun.

Selain mutu dan kualitas telur yang dihasilkan bagus, ayam KUB juga bisa diternak menjadi ayam potong atau sebagai bibit indukan.

Jika dijadikan ayam potong, Daging ayam KUB enak dan gurih, sebagaimana daging ayam kampung pada umumnya.

“Dengan kebutuhan yang tidak terlalu sulit, butuh waktu pemeliharaan yang relatif cepat yaitu 10 hingga 12 minggu untuk membesarkan ayam sebelum di potong,” pungkas Serda Jidro E.Tlonaen. (Pendim 6121 TTS)

1 KOMENTAR