Lombok Timur, barbareto.com – Institut Agama Islam IAI Hamzanwadi (IAIH) Pancor gelar visiting lecturer serta ngaji akademik untuk para dosen. Adapun tujuannya untuk meningkatkan kapasistas para pendidik di kampus saat menjalankan tugas maupun penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H Abdul Hayyi Akrom menjelaskan, civitas akademika IAIH Pancor memiliki banyak teladan yang dapat dijadikan rujukan dalam menjalankan profesi sebagai dosen.
Khususnya dari sosok pendiri Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Maulana Syekh Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Maulana Syekh disebutnya, merupakan sosok ulama, mursyid sekaligus pejuang yang meninggalkan nilai-nilai perjuangan dan akademik yang relevan untuk terus dikaji serta diteladani oleh para dosen.
“Nilai-nilai perjuangan dan nilai-nilai akademik yang ditinggalkan Maulana Syekh sangat lengkap untuk kita kaji dan kita tiru dalam menjalani profesi sebagai seorang dosen,” ucap Abdul Hayyi. (13/8/2026)
Warek I mengatakan kegiatan visiting lecturer dan ngaji akademik tersebut sejalan dengan arahan Rektor IAI Hamzanadi Pancor agar civitas akademika terus mengembangkan kapasitas diri.
Dia berharap tradisi belajar yang terus dibangun dapat membuka ruang kebermanfaatan yang lebih luas bagi civitas akademika dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq UIN KHAS, Jember, Prof. Dr. Muhammad Husnur Rofiq, M.Pd. Ia merupakan mantan Rektor IAIN Jember periode 2004–2012 serta dikenal aktif dalam pengembangan manajemen pendidikan Islam.
Dalam kesempatan itu juga kedua belah pihak melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IAI Hamzanwadi Pancor dan UIN KHAS Jember.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, di antaranya pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan peningkatan sumber daya manusia, serta dengan pertukaran cenderamata antara kedua institusi sebagai simbol penguatan hubungan kerja sama dan sinergi dalam bidang pendidikan tinggi.
Ia menilai sosok Hamzanwadi dapat menjadi inspirasi bagi dosen IAI Hamzanwadi Pancor dalam melakukan transformasi dan merevitalisasi nilai-nilai perjuangan serta keilmuan yang diwariskan Maulana Syekh. (*)

