BerandaBerita"Tanjek Teken" Dimulai, Desa Sade Mulai Pemulihan

“Tanjek Teken” Dimulai, Desa Sade Mulai Pemulihan

Lombok Tengah, barbareto.com – Prosesi “Nyemulak” atau “tanjek teken” menandai dimulainya pemulihan Kawasan Dusun Adat Sade 1, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Kamis 3 September 2026.

“Tanjek teken” merupakan penanaman tiang pancang utama bangunan pertama kali dalam tradisi masyarakat Sasak.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pemulihan Sade bukan sekadar membangun rumah, melainkan merekonstruksi sejarah dan peradaban.

“Kita sedang merekonstruksi, bukan rekonstruksi bangunan, tetapi kita sedang merekonstruksi sejarah dan peradaban. Karena itu Satgas ini harus multidisipliner. Butuh arsitek, teknik sipil, kehutanan, kesehatan masyarakat, hingga desain interior,” ujarnya.

“Karena kita membangun ini tidak tiap tahun. Yang kita bangun sekarang inilah yang akan kita wariskan 30-40 tahun ke depan. Jadi sekali membangun, ayo kita bangun yang benar sekalian,” tegasnya.

Prosesi “tanjek teken” untuk pembangunan kembali rumah dan fasilitas Sade digelar khidmat pada 21 Rabiul Awal pukul 08.00 – 10.00 Wita. Pemilihan waktu mengacu pada hitungan urige dan permintaan para penglingsir agar pembangunan dimulai di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyebut keputusan itu memiliki makna mendalam.

“Itulah sebabnya ada Maulidin Nabi. Para penglingsir tidak mau kalau bukan bulan ini. Tujuan kita menyiapkan ini untuk generasi berikut yang akan datang,” ungkapnya.

Rekonstruksi 75 Rumah Adat dan Fasilitas Ekonomi

Berdasarkan laporan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Lalu M. Faozal, musibah di Sade 1 merusak 75 rumah adat, 8 berugak, 6 sekenam, 1 masjid besar, 1 museum, 2 toilet, dan 69 tempat usaha. Kaidah pembangunan akan mengacu pada tradisi turun-temurun.

Pembangunan dimulai dari Bale Beleq. Masjid dibantu MIM Foundation. Museum semi-permanen disokong PT Otsuka, dan buku rekonstruksi dari UNRAM. Sekenam ditargetkan rampung sebelum MotoGP 9-11 Oktober agar wisatawan dapat berkunjung.

Fasilitas penunjang seperti penataan toilet, sanitasi air, parkir, dan kelistrikan disiapkan bersama UNRAM dan CSR PT PLN. Bantuan mitra lain seperti PT STM dan Bluebird juga diserahkan.

Gubernur mengarahkan pembentukan Satgas khusus dengan satu rekening bersama yang transparan. Prioritas lain adalah percepatan fasilitas ekonomi seperti museum semi-permanen, anjungan pantau, dan sentra tenun agar roda ekonomi warga tetap berjalan.

“Momentum ini juga menjadi proyek kebudayaan besar pertama NTB. Setelah memiliki BPK sendiri, Pemprov mendorong penetapan Sade sebagai desa adat dan situs budaya, tidak lagi sebatas desa wisata,” pungkasnya. (*)

Febriga Rifky
Febriga Rifky
Febriga Rifky adalah Pemimpin Redaksi Barbareto. Ia bertanggung jawab atas kebijakan redaksional, pengawasan isi pemberitaan, serta memastikan seluruh produk jurnalistik Barbareto memenuhi standar etika jurnalistik dan Pedoman Media Siber.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular