20.1 C
Lombok

Ini Alasan OTG-GR Yang Menolak Isoter, Mulai Dari Rumah Kosong Hingga Hewan Piaraan

Published:

- Advertisement -

barbareto.com | Denpasar – Untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19, Pemerintah mewajibkan OTG-GR untuk melakukan isolasi terpusat (Isoter). Dimana khusus untuk di Kota Denpasar, sudah disiapkan sebanyak 8 tempat isolasi terpusat.

Akan tetapi, dilapangan masih ditemui ada beberapa masyarakat yang tidak mau dibawa ke Isoter dengan berbagai alasan, mulai dari rumah kosong hingga memiliki hewan piaraan. Hal ini dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Kota Denpasar Dewa Gede Rai saat ditemui di Denpasar Minggu (1/9).

Dewa Rai menambahkan, selama ini memang ada masyarakat yang melakukan penolakan ataupun berkelit saat akan diajak ke tempat Isoter.

Salah satu alasan yang kerap ditemui di lapangan yakni yang bersangkutan memiliki hewan piaraan dan rumahnya kosong.

Baca Juga :  Proyek Strategis Nasional Trestle Pelabuhan Kijing Yang di Bangun PT. Pelindo Ambruk

“Ada beberapa alasan memang untuk berkelit saat akan diajak ke Isoter. Ada yang bilang rumahnya kosong, bahkan ada yang bilang dirinya memiliki hewan piaraan,” katanya.

Walaupun demikian, Dewa Rai mengatakan Satgas tak serta merta menerima alasan tersebut. Apabila di rumah tersebut masih ada kerabat yang bisa melakukan pemeliharaan terhadap hewan piaraan tersebut, maka yang bersangkutan akan dibawa ke Isoter.

“Kalau misalnya memang sendiri, kami pertimbangkan misalnya kelayakan rumahnya, bagaimana lingkungan sekitar, apakah padat atau tidak. Jika memungkinkan baru kami izinkan dengan pengawasan dari Satgas,” katanya.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Serahkan Hadiah Kepada Pemenang Lomba Video Kreatif “Denpasar Kreatif Award Tahun 2022”

Sampai saat ini, Dewa Rai mengatakan masih ada puluhan warga yang menjalani isolasi mandiri. Kebanyakan dari mereka adalah usia lanjut dan anak-anak yang memang membutuhkan pendampingan. Lebih lanjut I Dewa Gede Rai mengatakan, yang masih diizinkan untuk melakukan Isoman yakni lansia dan anak-anak.

“Lansia yang sudah lanjut dan membutuhkan pelayanan lebih kami izinkan Isoman, begitupula anak-anak kami izinkan,” kata Dewa Rai.

Namun, meskipun diizinkan untuk melakukan Isoman, mereka tetap diawasi oleh Satgas di masing-masing wilayah.

Serta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka juga diberikan bantuan sembako yang disalurkan Dinas Sosial melalui Desa/Kelurahan. (**)

- Advertisement -
Redaksi Barbareto
Redaksi Barbaretohttps://barbareto.com
Redaksi Barbareto merupakan tim jurnalis yang bertugas melakukan peliputan, penulisan, dan penyuntingan berita dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan Pedoman Media Siber. Setiap konten yang diterbitkan melalui proses verifikasi dan tanggung jawab redaksional.

Related articles

Recent articles