Lombok Timur, barbareto.com -Person in Charge (PIC), Dapur SPPG Lombok Timur Keruak Pijot, Mitra YPIT Dhiaul Fikri, Ade Putra Kurniawan membantah keras soal isu distribusi menu berulat pada salah satu satuan pendidikan yang bersumber dari SPPG pihaknya. hal itu dikatakan Ade ketika ditemui awak media di sekretariat Yayasan Dhiaul Fikri, Rabu Malam (8/4).
Peristiwa ulat di ompreng didapat videonya di group Asisten Lapangan (Aslap) dengan PIC Satuan Pendidikan , seketika Aslap langsung cek ke lapangan memastikan kebenaran video tersebut, setelah menemui pihak sekolah ternyata isi ompreng sudah dibuang, sehingga sulit dibuktikan kebenaran apakah memang terdapat ulat atau bagaimana .
“Sudah menjadi perjanjian antara SPPG dengan PIC satuan pendidikan. Apabila di temukan hal hal yang kurang dalam ompreng, maka hal yang pertama dilakukan oleh PIC sekolah adalah melaporkan di wa group, maka kewajiban Aslap mengganti sejumlah ompreng yang dilaporkan bermasalah,” Jelas Ade sapaan akrabnya
Ia juga mengatakan “Memang benar aslap kami menerima kiriman video soal adanya ulat di menu MBG di satu omprengan dari salah satu PIC sekolah peberiman manfaat (PM) pada hari Senin, 06/04/2026 kemarin, di waktu yang bersamaan aslap kami dan kepala SPPG langsung garcep turun ke lapangan untuk mengecek kondisi omprengan tersebut, namun pihak sekolah waktu itu menerangkan kalau menu itu sudah di buang, “Jelasnya.
Ade juga menjelaskan jika pihaknya di hari itu ingin mengganti omprengan tersebut sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG kepada pihak sekolah, tapi pihak sekolah tidak mau dan mengatakan tidak apa-apa.
“Pihak kami di lapangan waktu itu mencari bukti soal ulat di omprengan itu, tapi tidak ditemukan karena alasan sudah dibuang oleh pihak sekolah, hanya dikirimkan video, selain itu sebagai bentuk pertanggungjawaban dan komitmen SPPG terhadap PM walaupun tidak ditemukan omprengan yang berulat di sekolah tersebut, kami menawarkan agar diganti tapi pihak sekolah bilang sudah enggak apa-apa dan aman, ” paparnya
Lebih lanjut Ade juga beranggapan jika kejadian tersebut diluar kendali SPPG, karena pihaknya sudah dengan sangat teliti menyajikan dan menyortir setiap bahan untuk disajikan. Pihaknya mengklaim kejadian ini sebagai sesuatu yang memang cukup tidak masuk akal, lebih lebih ini hanya di 1 ompreng dari 3.287 total ompreng.
“Secara logika, ulat dalam video itu masih hidup dan bergerak padahal sayur itu sudah di masak dan diolah pada suhu yang sangat panas diatas 70°C, sementara ulat umumnya pada suhu 40°C-50°C saja sudah mati, ya agak mustahil jika ulat itu masih hidup, apalagi jelas-jelas menu hari itu baru mateng dan masih sangat fresh, ditambah ini hanya di satu ompreng sementara jumlah PM kita 3.287, “jelasnya.
Kendati demikian, Ade menyampaikan jika memang kejadian itu benar terjadi, kami jadikan hal tersebut sebagai upaya pembenahan dan peningkatan kualitas dan mutu pelayanan SPPG untuk generasi emas 2045, harapannya semoga saja ini bisa menjadi langkah perbaikan kedepannya dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai hal-hal yang tidak diinginkan.
Pihaknya juga sangat menghargai semua pihak yang meyoroti peristiwa ini, sebagai bagian mitra kontrol, termasuk ucapan terimakasih kepada rekan-rekan pers yang mempublikasikan peristiwa ini. Pihaknya akan terus melakukan investigasi sumber dari video tersebut sampai di temukan titik temu, apakah memang betul sumber video berasal dari ompreng SPPG Pijot atau ada potensi lain, seperti kesengajaan dari pihak-pihak lain yang ingin menyudutkan mitra dapur dan merusak marwah KA SPPG.

