Selong, barbareto.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya menghadiri peringatan Harlah ke-39 dan Haul Pendiri Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni yang digelar di MTs Al-Ijtihad Danger, Kecamatan Masbagik, Sabtu (25/7).
Kegiatan yang mengusung tema “Mengokohkan Iktikad, Menguatkan Ijtihad” tersebut juga dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhammad Iqbal.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menyampaikan apresiasi atas kontribusi pondok pesantren, khususnya Pondok Pesantren Al-Ijtihad Al-Mahsuni, dalam membina dan mendidik generasi muda. Menurutnya, pesantren telah menunjukkan dedikasi dan keikhlasan yang luar biasa dalam membentuk karakter, akhlak, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hingga berhasil mencetak santri-santriwati berprestasi. Tidak hanya tingkat kabupaten, namun juga tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Bupati menegaskan bahwa jasa para guru, ustadz, dan pengasuh pesantren sangat besar dalam mencetak generasi bangsa yang berilmu, berakhlak, dan mampu bersaing di masa depan. Karena itu, pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan berbasis pesantren. Bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni guna mendukung pengembangan lembaga pendidikan tersebut.
Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal dalam arahannya menyampaikan bahwa keterbatasan dan kesederhanaan bukanlah penghalang untuk melahirkan kader-kader umat yang kelak menjadi pemimpin masa depan. Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak pemimpin bangsa. Menurutnya, banyak tokoh dan pemimpin di Indonesia yang lahir dari lingkungan pesantren. Hal itu membuktikan bahwa pendidikan pesantren mampu membekali para santri dengan ilmu pengetahuan sekaligus akhlak yang menjadi pedoman hidup.
Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti mengesampingkan mereka yang menempuh jalur pendidikan lain. Menurutnya, setiap jalur pendidikan memiliki peluang yang sama untuk melahirkan generasi sukses. Namun, santri memiliki keunggulan karena dibekali nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia yang menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.
Gubernur juga mengingatkan bahwa salah satu nilai utama yang ditanamkan di pesantren adalah ketulusan dalam beribadah dan mengabdikan seluruh kehidupan kepada Allah SWT, sebagaimana terkandung dalam firman-Nya, “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
Menurutnya, nilai tersebut menjadi kompas kehidupan seorang santri sehingga mampu tetap istiqamah dalam menjalankan setiap langkah kehidupannya.
Menutup sambutannya, Gubernur berpesan kepada seluruh santri agar senantiasa fokus dalam beribadah, tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang melalaikan, menjaga semangat tolong-menolong dalam kebaikan, serta selalu berbakti kepada kedua orang tua.
“Jika ingin sukses, fokuslah pada ibadah, jangan mudah tergoda oleh hal-hal yang melalaikan, dan jadilah anak-anak yang selalu berbakti kepada orang tua,” pesannya.

