More

    Penyangga KEK, Masyarakat Menunggu Langkah Kongkrit Pemda Lotim

    barbareto.com | Opini – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu daerah sebagai penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Untuk itu, seharusnya pemerintah daerah harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Baik dari sisi regulasi, Sumberdaya Manusia, Infrastruktur maupun Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah (Ripparda), sehingga pendapatan sektor baru di sektor pariwisata untuk menunjang KEK Mandalika dapat terwujud.

    Hanya saja, sampai saat ini banyak kendala yang dialami oleh Daerah Lombok Timur seperti sehingga menyebabkan banyak rencana hanya masih dalam angan-angan dan wacana.

    Contoh konkritnya yaitu dalam pembahasan Ripparda ini, ada kendala yang harus ditunggu berupa RTRW Lotim tentang zonasi. Itu artinya, ketika bersangkutan dengan zonasi tidak berbenturan dengan RTRW. 

    Reses DPRD Gerindra di Paok Motong Melanggar Aturan dan Kode Etik
    Maharani – Peneliti LRC

    Menurut Maharani (Peneliti Lombok Research Center), hadirnya KEK Mandalika dengan event MotoGP akan mendatangkan wisatawan mancanegara. Untuk itu, sudah semestinya Pemda Lotim melalui Dinas Pariwisata melakukan pembenahan terhadap destinasi-destinasi wisata khususnya yang ada di wilayah selatan. Pasalnya, Lotim merupakan salah satu daerah terdekat dengan kawasan KEK Mandalika yang terdapat di Kabupaten Loteng.

    Tidak hanya dibidang pariwisata. Lombok Timur sebagai daerah penyumbang untuk kebutuhan logistik juga harus mampu membaca peluang yang ada itu. Seharusnya pemda melalui dinas pertanian membuat terobosan-terobosan yang nyata.

    Lombok Timur memiliki potensi sumberdaya lahan yang cukup luas. Berdasarkan data yang ada luas lahan yang sangat potensial untuk dijadikan lahan pertanian. Data Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur (2019) dalam data BPS Lombok Timur Dalam Angka 2020 menyebutkan dari total 160.554 hektar lahan di Lombok Timur, terdapat 47 persen atau 75.787 hektar merupakan lahan kering, 47.598 hektar (30%) lahan sawah, dan 37.169 hektar (23%) lahan bukan pertanian. 

    Penyangga KEK, Masyarakat Menunggu Langkah Kongkrit Pemda Lotim
    Kelompok Tani Ternak berkah Jaya

    Tidak hanya menunggu program dari pemerintah, beberapa kelompok petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak berkah Jaya memulai bergerak walaupun dengan dana swadaya dan seadanya.

    Pengembangan tanaman buah dan sayur sudah dilakukan oleh anggota kelompok. Seperti pengembangan Nanas di Lendang Nangka Utara, Pisang di Gunung Malang Pringgabaya dan Jeruk di Padaq Sambelia.

    Walaupun dengan dana dan teknologi sedanya, kelompok berkah jaya sudah mambuktikan dengan semangat dan harapan yantg besar agar Lombok Timur mampu menjadi daerah penyangga sperti yang selalu didengungkan oleh pejabat-pejabat di Lombok Timur.

    Selama ini pembangunan pertanian Lombok Timur terfokus pada peningkatan produksi pangan, terutama Padi dan Jagung, sehingga sebagian besar dana dan daya telah dialokasikan untuk program-program seperti intensifikasi, jaringan irigasi, dan percetakan sawah. 

    Masalah lainnya yang harus dihadapi didalam pemanfaatan lahan kering ini adalah keadaan sosial ekonomi petani atau masyarakat yang menggunakan lahan kering sebagai tempat usahanya. Pendapatan keluarga yang rendah serta kemiskinan dibanyak tempat berkolerasi positif dengan uasaha tani di lahan kering. Menurut BPS dari 1,2 juta jiwa lebih penduduk Lombok Timur pada tahun 2019 masih terdapat 16,15 persen atau sebesar 193.560 ribu jiwa penduduk dalam kategori miskin.

    Untuk itu, Lombok Research Center mengajak Bapak Bupati serius dalam pengembangan lahan kering kedepannya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

    Bapak Maharani mengatakan “Seiring dengan perkembangan sektor pariwisata di daerah ini dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya maka, pembangunan pertanian di Lombok Timur juga harus diarahkan kepada pembangunan pertanian yang berorientasi agribisnis, berwawasan lingkungan dan mampu untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi program pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Dan Lahan keringlah jawabannya”.

    Barbareto
    Barbaretohttps://barbareto.com
    Informatif dan Menginspirasi

    Latest articles

    Related articles